Kapolresta Denpasar Kombes Pol I Wayan Winaya merilis pengungkapan kasus penusukan di Jalan Soka, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah melakukan perburuan terhadap terduga pelaku penusukan di Jalan Soka, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur (Dentim) akhirnya polisi berhasil meringkusnya. Terduga pelaku berinisial AP (34) berhasil ditangkap di wilayah Dalung, Kuta Utara, oleh Tim Gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Dentim, Selasa (3/11).

Sebelumnya kejadian, terduga pelaku cekcok dengan istrinya. Pengungkapan kasus ini dirilis Kapolresta Denpasar Kombes Pol I Wayan Winaya, Rabu (4/11) di Mapolsek Dentim. Kapolresta menjelaskan berawal dari ibu OPS, NKS (67) pada Kamis (29/10) pukul 01.30 WITA terbangun karena mendengar keributan.

Saat keluar kamar ia melihat korban berkelahi dengan terduga pelaku bawa pisau. NKS coba melerai, namun didorong dan diancam akan ditikam. Selanjutnya NKS keluar melalui pintu rolling door dan pagar untuk meminta tolong ke tetangga. “Beberapa menit kemudian, korban keluar rumah dalam keadaan berdarah. Korban sempat mengatakan kepada saksi ada orang terkunci di dalam,” ujarnya.

Baca juga:  Rektor Unwar : Suara Gen Z Tentukan Masa Depan Bali

Selanjutnya korban dibawa ke RS Dharma Yadnya lalu dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar.

Saat polisi melakukan olah TKP menemuksn HP. Setelah diperiksa terungkap identitas terduga pelaku, AP. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pada Selasa (3/10) pukul 08.00 WITA, Tim Gabungan Opsnal Unit V Satreskrim Polresta Denpasar dan Reskrim Polsek Denpasar Timur berhasil mengamankan terduga pelaku di Pelabuhan Padangbai. “Korban mengalami luka pada wajah sebelah kiri, dada, pinggang sebelah kiri, serta kedua tangan,” tegas Kombes Winaya.

Saat diperiksa, terduga pelaku beralamat di Jalan Ahmad Yani II, Denpasar Utara ini, pada Rabu (28/10) pukul 19.30 WITA, ia cekcok dengan istrinya. Selanjutnya terduga pelaku keluar rumah dan menuju ke rumah sebelah TKP.

Dulu terduga pelaku sempat ngontrak rumah tersebut dan di sana ada sumur. Selanjutnya pada Kamis (29/11) pukul 00.30 WITA terduga pelaku sampai di rumah kontrakan yang dulu dan ternyata sumurnya sudah ditutup.

Baca juga:  Banggar DPRD Denpasar “Obok-obok” Tiga Perumda

Terduga pelaku kebingungan dengan mondar-mandir di halaman rumah tersebut. Saat itu ia melihat pintu rumah dan kamar korban tidak terbuka. Saat mondar-mandir dan ia melihat pisau lalu diambilnya. Saat berada di ruang tamu, terduga pelaku ditelepon oleh istrinya.

Pukul 01.30 WITA terduga pelaku masuk ke kamar korban. Korban kaget dan langsung bangun sambil teriak.

Terduga pelaku panik dan langsung menusuk korban. Menurut terduga pelaku, ibu korban berusaha melerai. Sementara korban sempat melakukan perlawanan dengan mencakar dahi dan menendang terduga pelaku yang mengenai bagian rusuk kiri.

Akibatnya terduga pelaku jatuh dan pisau yang dipegangnya lepas. Ibu korban keluar rumah sambil teriak-teriak. “Terduga pelaku bangun. Saat melihat tidak ada orang, terduga pelaku langsung pergi meninggalkan rumah tersebut,” tegasnya.

Baca juga:  Pelaku Perekam dan Begal Paha Meresahkan Pengendara Motor Wanita 

Hubungan korban dan terduga pelaku, sekitar 3 tahun lalu pernah bertetangga, tapi tidak pernah komunikasi lagi. Mertua terduga pelaku mengontrak ruko di rumah korban. “Pengungkapan kasus ini masih didalami oleh penyidik Polsek Denpasar Timur,” tutupnya.

Seperti diberitakan kasus penusukan terjadi di Jalan Soka, Desa Kertalangu, Denpasar Timur. Seorang pria berinisial OPS (31) dibacok pria tidak dikenal hingga mengalami sejumlah luka, Kamis (29/10). Untung saja warga setempat menolong korban dan dibawa ke RS Dharma Yadnya.

Kejadiannya pukul 01.30 WITA, berawal terjadi keributan antara korban dengan terduga pelaku. Selanjutnya terduga pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menusuk korban. Korban mengalami luka di wajah sebelah kiri, dada, pinggang dan tangan kiri serta tangan kanan.

Ibu korban, NKS (67) berusaha melerai tapi malah didorong oleh terduga pelaku. NKS langsung keluar rumah dan minta tolong ke tetangganya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN