Kondisi rumah nenek di Pupuan yang atapnya ambruk, Senin (2/11).(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Seorang nenek berusia 68 tahun, Ni Wayan Darsi, warga Banjar Karyasari, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, harus mengungsi setelah atap rumah yang dihuninya ambruk, pada Senin (2/11) sore. Rumah yang merupakan bantuan program bedah rumah Pemkab Tabanan tahun 2014 tersebut kini untuk sementara tidak bisa ditempati.

Dari informasi yang dihimpun, ambruknya atap rumah nenek Darsi diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.30 Wita, saat itu memang hujan deras mengguyur semalaman di wilayah kabupaten Tabanan termasuk di Desa Karyasari. Beruntung Darsi saat kejadian sedang berada di warung milik anaknya yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Dan sementara, nenek tersebut terpaksa tinggal di rumah anaknya sambil menunggu penanganan dan perbaikan rumah.

Baca juga:  Pemerintah Umumkan Penambahan Jumlah Penerima BLT dan Magang Nasional

Kelian Dusun Banjar/Desa Karyasari, I Made Surya Darma, mengatakan bagian atap rumah nenek Darsi memang sudah lapuk dan diduga menjadi penyebab bangunan tidak mampu menahan beban air hujan. “Kondisi kayu pada bagian atap sudah lapuk, akhirnya tidak kuat menahan beban saat hujan deras, sehingga jebol,” ungkap Surya Darma, Selasa (3/11).

Pascakejadian, warga bersama keluarga korban juga sudah melakukan gotong royong melakukan pembersihan material bangunan untuk menghindari risiko lainnya. Surya Darma juga mengatakan rumah tersebut merupakan bantuan bedah rumah dari Pemkab Tabanan pada 2014. Bangunan itu terdiri dari kamar tidur, kamar mandi, dan tempat suci. Hanya saja, kerusakan pada bagian atap membuat seluruh rumah untuk sementara tidak layak ditempati.

Baca juga:  Dilanda Hujan, Sejumlah Saluran Air di Denpasar Tersumbat Sampah

“Kami juga sudah lapor ke BPBD agar ada penanganan lanjutan atau permohonan bantuan sehingga rumah bisa ditempati kembali, sementara si nenek mengungsi kerumah anaknya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Sri Nadha Giri, mengatakan akan segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan verifikasi tingkat kerusakan.

“Sudah ada laporan. Dari informasi awal, bagian atap rumah memang sudah lapuk sehingga tidak kuat menahan beban genteng saat hujan deras. Tim akan turun melakukan pengecekan dan selanjutnya penanganan akan disesuaikan dengan hasil verifikasi,” jelasnya.

Baca juga:  CPU dan Uang di Kantor Desa Singapadu Tengah Digasak Pencuri

Sri Nadha Giri menambahkan, BPBD masih melakukan pendataan terhadap sejumlah kejadian yang dilaporkan akibat cuaca ekstrem di Tabanan. Selain kerusakan rumah di Karyasari, laporan lainnya di antaranya pembersihan material di wilayah Griya Srimpu, Desa Antapan, serta kejadian longsor di kawasan Subak Penebel. “Khusus longsor di Subak Penebel, penanganan material rencananya dilakukan secara manual melibatkan petani,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN