Sejumlah pengendara melintas saat cuaca hujan di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mulai meningkatkan kesiapsiagaan untuk antisipasi potensi banjir dan genangan air. Sejumlah kawasan yang dinilai rawan menjadi prioritas pemantauan, di antaranya Jalan Pulau Demak, seputaran Tukad Badung, Tohpati, Kesiman Kertalangu, Bumi Ayu Sanur, dan Ubung Kaja.

Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Made Purwanasara, Senin (20/10) mengatakan, kesiapsiagaan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, pemetaan wilayah rawan, serta pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana penanganan darurat.

Baca juga:  Seribuan WN Asing Tercatat Kerja di Badung

Sebagai langkah awal, BPBD telah menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), para camat se-Kota Denpasar, serta Balai Wilayah Sungai (BWS).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan langkah dalam mengantisipasi dampak hujan berintensitas tinggi, termasuk mengidentifikasi titik rawan, memastikan kesiapan peralatan, dan memperjelas pembagian tugas saat terjadi bencana.

Dalam penanganan banjir, BPBD mengkoordinasikan instansi terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Upaya tersebut mencakup kesiapsiagaan, penanganan kejadian, evakuasi masyarakat, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Baca juga:  Gelar Pertemuan dengan Pertamina Soal Pasokan BBM, Anggota DPR Dapil Bali Ungkap Hasilnya

Selain ancaman banjir, BPBD Denpasar juga menangani kejadian pohon tumbang di sejumlah titik akibat cuaca ekstrem. Penanganan dilakukan bersama DLHK serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan guna mengantisipasi ancaman terhadap keselamatan warga, gangguan lalu lintas, maupun kerusakan bangunan dan fasilitas umum.

Untuk memperkuat mitigasi hingga tingkat kewilayahan, BPBD Denpasar mulai berkoordinasi dengan desa dan kelurahan terkait kesiapan tim siaga bencana. Koordinasi tersebut meliputi kesiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta mekanisme komunikasi dan pelaporan apabila terjadi bencana.

Baca juga:  Raja Denpasar IX Tutup Usia

Tim siaga di tingkat desa dan kelurahan diharapkan mampu mendeteksi potensi bencana sejak dini, menyampaikan informasi secara cepat kepada BPBD, serta membantu penanganan awal dan evakuasi warga apabila diperlukan.

Dengan penguatan kesiapsiagaan hingga tingkat wilayah, penanganan potensi banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi selama musim hujan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN