Tanggul Sungai Bilukpoh yang kembali jebol setelah diterjang banjir beberapa hari lalu dan kini ditutup agar tidak ada yang lewat. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Tanggul Sungai Bilukpoh yang membelah Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, kembali jebol setelah diterjang banjir beberapa hari lalu. Kondisi ini membuat warga khawatir, terutama saat hujan deras yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga ke jembatan.

Selain kerusakan tanggul, pendangkalan atau sedimentasi di bagian utara dan selatan jembatan juga menjadi perhatian warga. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pengerukan agar kapasitas tampung sungai meningkat dan risiko luapan air dapat diminimalkan.

Baca juga:  Lupa Matikan Api Kompor, Ruko Hangus Terbakar

Kelian Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, I Kadek Winastra, Selasa (3/11) membenarkan jebolnya tanggul sungai di sisi timur sebelah selatan Jembatan Bilukpoh. “Kami sudah mengecek ke lokasi. Benar, tanggul jebol sepanjang sekitar 25 meter. Sebelumnya, pada 2025, tanggul juga pernah jebol sepanjang 50 hingga 60 meter,” jelas Winastra.

Menurutnya, tanggul tersebut sebenarnya sudah diperbaiki pada Mei 2024 setelah diterjang banjir. Namun, belum genap setahun, tanggul kembali mengalami kerusakan. “Kami sudah melaporkan kejadian ini melalui grup desa,” ujarnya.

Baca juga:  Demi Ini, Proses Belajar SDN 6 Pindah ke SDN 4 Ubung

Winastra juga berharap pemerintah segera melakukan pengerukan sedimentasi di aliran Sungai Bilukpoh. Sebab, kondisi sungai di sebelah selatan jembatan cenderung melebar ke arah timur. “Kami mohon agar pengerukan bisa dilakukan. Warga sangat mengharapkan bantuan ini agar sungai tidak kembali meluap saat hujan deras,” harapnya.

Sementara itu, Perbekel Penyaringan, I Made Dresta, membenarkan jebolnya tanggul Sungai Bilukpoh akibat meningkatnya debit air saat banjir. Pihaknya mengaku telah mengecek langsung lokasi kejadian dan melaporkannya kepada Dinas PUPRhub Jembrana.

Baca juga:  Sempat Diperbaiki, Jembatan Gelar Kembali Bolong

“Untuk sementara, jalan kami tutup agar tidak dilalui warga karena kondisinya membahayakan. Kami juga sudah mengusulkan penanganan kepada Dinas PU,” ujarnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN