
DENPASAR, BALIPOST.com – KONI Bali mulai mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Salah satu agenda prioritas adalah merampungkan Technical Handbook (THB) sebagai pedoman teknis pertandingan. Penyusunan aturan tersebut ditargetkan tuntas pada November 2026 sebelum ditetapkan melalui tahapan konsolidasi bersama cabang olahraga (cabor).
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, mengatakan penyusunan THB membutuhkan ketelitian karena menyangkut sejumlah ketentuan mendasar. Mulai dari nomor pertandingan, batas usia atlet, hingga penggunaan back number atau nomor punggung peserta.
Pria yang akrab disapa Gung Cok itu menegaskan, ketentuan tersebut harus diverifikasi secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan maupun ketimpangan dalam pelaksanaan Porprov.
“Yang pertama, saya akan merapikan THB. Targetnya November ini sudah kelar, sehingga Desember bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya. THB ini sangat penting dan sensitif, sehingga kami harus berhati-hati,” ujarnya.
Sebelum ditetapkan, Binpres KONI Bali akan menggelar konsolidasi dengan cabor yang berkaitan langsung dengan penyusunan THB. Langkah ini sekaligus untuk menyamakan pemahaman mengenai regulasi yang akan menjadi acuan seluruh peserta.
“Bulan November sebelum ketok palu, kami akan konsolidasi dengan cabang-cabang pemilik THB. Karena back number, usia, dan aturan lainnya menjadi pokok prinsip,” jelasnya.
Porprov Bali 2027 direncanakan mempertandingkan 54 cabor. Jumlah tersebut masih mengacu pada rancangan sebelumnya.
Namun, rincian nomor pertandingan belum sepenuhnya final karena masih menjalani proses verifikasi. KONI Bali menyebut masih ada dua tahapan verifikasi sebelum pemanggilan cabor untuk pembahasan akhir.
Di sisi lain, Binpres KONI Bali juga mulai memetakan kekuatan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Hasil kejuaraan nasional (kejurnas) yang diikuti atlet Bali akan menjadi salah satu bahan evaluasi.
Pada Desember 2026, KONI Bali berencana memanggil perwakilan cabor untuk mengevaluasi capaian atlet, mulai dari peringkat tiga besar, empat besar, hingga delapan besar. Hasil tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan peningkatan prestasi.
Gung Cok menilai atlet yang belum mampu menembus lima besar perlu mendapat perhatian lebih melalui program pembinaan. Targetnya, mereka bisa meningkatkan daya saing saat babak kualifikasi PON sehingga peluang menyumbangkan medali pada pesta olahraga nasional mendatang tetap terbuka.
“Kalau di atas lima besar, pastinya di babak kualifikasi PON harus ditingkatkan. Bagaimana caranya agar bisa masuk lima besar, sehingga masih ada harapan untuk meraih medali pada PON,” pungkasnya. (Suka Adnyana/balipost)










