Suasana persiapan rapat koordinasi KONI Bali bersama KONI Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah, menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII/2027. (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Kabupaten Buleleng tidak hanya dipersiapkan sebagai ajang adu prestasi para atlet terbaik Pulau Dewata. Perhelatan olahraga dua tahunan tersebut juga mulai membangun identitas yang merepresentasikan semangat, karakter, dan kekayaan budaya Bali.

Salah satu langkah yang dilakukan KONI Bali bersama KONI Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah adalah membuka sayembara logo dan maskot Porprov Bali 2027. Sayembara ini mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam menciptakan identitas visual resmi pesta olahraga terbesar di Bali tersebut.

Sayembara telah dibuka sejak 30 Juli dan akan berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Peserta dapat mengirimkan karya melalui surat elektronik (email) porprovbali2027@gmail.com.

Baca juga:  Dukung Atlet Berlaga di PON, KONI Setujui Peralatan yang Diusulkan Cabor

Kesempatan berpartisipasi terbuka bagi masyarakat umum, termasuk pelajar SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi di Bali. Selain sebagai ajang kreativitas, sayembara ini diharapkan menjadi media untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Porprov Bali 2027.

Logo dan maskot yang terpilih nantinya diharapkan mampu mencerminkan identitas Kabupaten Buleleng, karakter Bali, nilai sportivitas, serta semangat perjuangan para atlet dalam meraih prestasi terbaik.

Sekretaris Umum KONI Bali, Ketut Jagra Sunu, mengatakan panitia telah membentuk tim verifikasi untuk memastikan seluruh karya yang masuk memenuhi persyaratan sebelum diteruskan kepada tim juri.

“Semua hasil karya yang dikirim peserta akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum masuk kepada tim juri untuk dinilai berdasarkan ketentuan lomba,” ujarnya.

Baca juga:  Porprov Bali 2025, Ini Data Kontingen dan Peringkat Kabupaten/kota di Ajang Sebelumnya

Namun, ada aturan khusus yang wajib diperhatikan peserta. Panitia secara tegas melarang penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) dalam proses pembuatan karya.

“Yang jelas dalam sayembara atau lomba logo dan maskot Porprov Bali 2027, dilarang keras menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Bila ketahuan menggunakan AI, akan didiskualifikasi,” tegas Jagra Sunu.

Adapun sejumlah ketentuan utama sayembara di antaranya lomba terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), karya harus asli dan belum pernah dipublikasikan, serta logo wajib mencerminkan identitas Buleleng dan Bali, sportivitas, serta semangat Porprov.

Dari seluruh karya yang masuk, panitia akan memilih juara I, II dan III. Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta, Rp7,5 juta, dan Rp5 juta. Selain itu, tersedia pula hadiah bagi juara harapan I, II dan III, masing-masing sebesar Rp2 juta.

Baca juga:  Begini, Upaya Polda Ungkap Pemeran Video Mesum Berbusana Adat Bali

KONI Bali berharap sayembara tersebut tidak sekadar menghasilkan logo dan maskot, tetapi juga melahirkan simbol yang mampu menjadi pengikat semangat seluruh insan olahraga dan masyarakat Bali menuju Porprov 2027 yang berkualitas.

Porprov Bali 2027 di Buleleng pun diharapkan menjadi panggung lahirnya prestasi baru sekaligus momentum memperkuat pembinaan olahraga di Pulau Dewata. Identitas visual yang lahir dari kreativitas masyarakat Bali nantinya akan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju pesta olahraga tersebut. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN