Jelang PON Beladiri 2026 di Sulut, KONI Bali Tes Kebugaran Atlet di GOR Lila Buana Denpasar, Minggu (2/8). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026. Sebanyak 71 atlet menjalani tes kesehatan dan kebugaran sebagai tahap awal seleksi dengan target ambisius membawa pulang sedikitnya 20 medali emas sekaligus merebut posisi runner-up nasional.

Tes yang berlangsung di Kantor KONI Bali, Kompleks GOR Lila Bhuana, Denpasar, Minggu (2/8), menjadi pintu pertama bagi para atlet yang ingin memperkuat kontingen Pulau Dewata di ajang yang akan digelar di Sumatera Utara pada Oktober 2026.

Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagrasunu, menegaskan bahwa tes kesehatan dan kebugaran bukan sekadar formalitas. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar utama dalam menentukan atlet yang layak mengikuti pemusatan latihan (training center/TC).

Baca juga:  Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektrik, "Gepprek" Disosialisasikan

“Ini bukan sekadar tes administratif. Kalau kami menilai atlet tidak layak dari sisi kebugaran maupun kesehatan, maka atlet tersebut akan dieliminasi,” tegas Jagrasunu.

Menurutnya, seleksi berlangsung sangat ketat karena KONI Bali ingin memastikan hanya atlet terbaik yang berangkat ke PON. Proses penjaringan sendiri telah dilakukan lebih dari dua bulan dengan mempertimbangkan rekam jejak prestasi, termasuk para peraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.

Awalnya Bali mempersiapkan atlet dari delapan cabang olahraga bela diri. Namun, cabang olahraga anggar akhirnya tidak dimasukkan karena kualitas atlet dinilai belum cukup kompetitif di level nasional.

Baca juga:  Zona Merah, Tabanan Hentikan Kegiatan Olahraga

Sementara itu, atlet Muay Thai belum mengikuti tes lantaran masih menjalani agenda di Jawa Barat sehingga tes tahap pertama hanya diikuti enam cabang olahraga.

Jagrasunu menegaskan, target mengirim sekitar 71 atlet bersama sekitar 20 pelatih dan ofisial. Seluruh atlet yang diberangkatkan harus memiliki peluang nyata untuk bersaing memperebutkan medali.

“Kami tidak ingin mengirim atlet yang hanya datang bertanding lalu tersingkir. Yang berangkat harus benar-benar siap dan memiliki peluang meraih prestasi,” ujarnya.

Pelaksanaan tes kesehatan dan kebugaran ini melibatkan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Setelah menyelesaikan tes awal, para atlet akan menjalani latihan secara desentralisasi sebelum memasuki program pembinaan lanjutan dan pemusatan latihan.

Baca juga:  Bali Siapkan 30 Atlet ke Kejurnas Gateball

KONI Bali juga telah menjadwalkan tes kedua menjelang keberangkatan. Hasil evaluasi tersebut akan menentukan komposisi akhir kontingen yang akan mewakili Bali di PON Bela Diri 2026.

Optimisme KONI Bali memasang target 20 medali emas bukan tanpa alasan. Target tersebut meningkat dari pencapaian pada edisi sebelumnya saat Bali mengoleksi 15 medali emas dan finis di peringkat kelima nasional.
“Target 20 emas sangat realistis berdasarkan perhitungan dan potensi atlet yang kami miliki,” pungkas Jagrasunu. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN