Singaraja Open 2026, Taekwondo Buleleng jaring atlet potensial untuk Porprov.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buleleng kembali menggelar kejuaraan terbuka setelah sekitar enam tahun vakum. Bertajuk Singaraja Open Taekwondo Championship 2026, kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum bagi TI Buleleng untuk menjaring atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Buleleng pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.

Kejuaraan tersebut berlangsung di GOR Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja, 11-13 September 2026. Sebanyak 435 atlet dari kabupaten/kota se-Bali ambil bagian dalam kejuaraan ini.

Ketua Pengkab TI Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, mengatakan penyelenggaraan Singaraja Open menjadi langkah penting dalam menghidupkan kembali kompetisi taekwondo di Buleleng. Selain sebagai ajang uji tanding, kejuaraan ini diharapkan mampu mendorong atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah jam terbang.

Baca juga:  Seluruh SPPG di Buleleng Wajib Urus SLHS dan Sertifikat Halal

“Kami berharap dengan adanya kejuaraan ini, atlet-atlet Taekwondo Buleleng bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi, terlebih dalam menghadapi Porprov 2027 mendatang,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (13/9).

Menurut Surya Bharata, Singaraja Open tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet secara berjenjang. TI Buleleng menerapkan sistem klasifikasi atau layering untuk memetakan kemampuan atlet.

Dari pemetaan tersebut, nantinya akan terlihat atlet-atlet yang memiliki potensi untuk masuk dalam tim bayangan Buleleng. Mereka selanjutnya dipersiapkan untuk mengisi kuota kontingen pada ajang Porjar maupun Porprov Bali 2027.

“Kami melakukan pembinaan berjenjang. Dari kejuaraan ini kami bisa melihat potensi atlet dan menyusun tim bayangan yang nantinya dipersiapkan menghadapi Porjar maupun Porprov,” jelasnya.

Baca juga:  Galang Dana Pengungsi Gunung Agung, Atraksi Ngelawang Digelar

TI Buleleng pun memasang target cukup realistis namun menantang pada Porprov Bali 2027. Sedikitnya dua medali emas menjadi sasaran yang ingin diwujudkan dari proses pembinaan yang mulai dipersiapkan sejak sekarang.

Surya Bharata menilai kompetisi seperti Singaraja Open penting bagi perkembangan atlet. Pertandingan tidak hanya menjadi tolok ukur hasil latihan, tetapi juga menjadi ruang bagi atlet dari berbagai daerah untuk saling berinteraksi dan bertukar pengalaman.

Sementara itu, Ketua Panitia Singaraja Open Taekwondo Championship 2026, Putu Sadnyana, mengatakan dari total 435 peserta, sebanyak 403 atlet turun pada kategori Kyorugi, sedangkan 32 atlet mengikuti kategori Poomsae.

Kelompok usia yang dipertandingkan cukup beragam, mulai dari Super Pra-Cadet, Pra-Cadet, Cadet, Junior hingga Senior. Masing-masing kelompok juga terbagi dalam kelas Pemula dan Prestasi.

Baca juga:  Porprov Ajang Selekda Atlet Gateball

“Kejuaraan ini diselenggarakan sebagai wadah uji tanding untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengukur hasil pembinaan di masing-masing dojang,” kata Sadnyana.

Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali, di antaranya Denpasar, Badung, Bangli, Gianyar, Jembrana dan Buleleng. Sebagai tuan rumah, Buleleng menurunkan 93 atlet untuk berlaga di berbagai nomor pertandingan.

Menurut Sadnyana, antusiasme peserta menjadi modal positif bagi keberlanjutan kejuaraan ini. Tidak menutup kemungkinan, Singaraja Open ke depan dikembangkan menjadi kejuaraan dengan cakupan peserta yang lebih luas.

“Kedepannya, kami merencanakan untuk membuka kejuaraan ini hingga tingkat nasional,” tandasnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN