
SINGARAJA, BALIPOST.com – Buleleng hampir dipastikan menjadi pusat pelaksanaan Porprov Bali XVII/2027. Namun, ada satu cabang olahraga yang harus absen dari wilayah utara Bali tersebut. Selancar ombak tidak akan digelar di Buleleng karena kondisi alam tidak mendukung untuk pertandingan.
Kepastian itu terungkap dalam monitoring dan evaluasi kesiapan venue Porprov Bali 2027 yang dilakukan KONI Bali bersama jajaran teknis di Buleleng beberapa waktu lalu. Dari 54 cabang olahraga yang disiapkan, selancar ombak menjadi satu-satunya cabang yang tidak memungkinkan digelar di Buleleng.
Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagrasunu, mengatakan hampir seluruh venue di Buleleng sejauh ini menunjukkan kesiapan yang baik. Hanya selancar ombak yang terkendala faktor alam.
“Yang disampaikan oleh Bapak Ketua Umum KONI Buleleng tadi, yaitu satu-satunya cabang olahraga yang tidak bisa diselenggarakan di Buleleng adalah selancar ombak karena di Buleleng tidak ada ombak. Yang lain so far so good, berjalan baik,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Buleleng, I Gede Supriatna, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, Buleleng telah menyiapkan venue untuk 54 cabang olahraga, tetapi selancar ombak memang tidak masuk dalam daftar karena karakter alam wilayah tersebut tidak sesuai.
“Ke-54 venue tersebut sudah kita persiapkan, terkecuali satu cabang olahraga yaitu selancar ombak. Kami memang di Buleleng tidak mempunyai kondisi alam untuk pelaksanaan kegiatan cabang olahraga selancar ombak,” ucapnya.
Meski satu cabang harus dipindahkan, persiapan venue lainnya terus dikebut. KONI Buleleng bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng telah memetakan sejumlah kebutuhan perbaikan dan pembenahan venue. Pekerjaan tersebut dilakukan bertahap mulai APBD Perubahan 2026 dan dilanjutkan melalui APBD Induk 2027.
Dukungan anggaran juga telah disiapkan. Buleleng memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp10 miliar melalui APBD Perubahan 2026 dan Rp18 miliar melalui APBD Induk 2027.
Supriatna berharap seluruh venue yang telah disiapkan mampu memenuhi standar pertandingan sehingga pelaksanaan Porprov Bali 2027 berjalan optimal. Sementara untuk selancar ombak, lokasi pertandingan akan diarahkan ke wilayah lain yang memiliki karakter ombak sesuai kebutuhan pertandingan.
Dengan demikian, Buleleng tetap menjadi salah satu pusat utama Porprov Bali 2027, tetapi cabang selancar ombak harus mencari “panggung” di daerah lain yang memiliki dukungan alam lebih memadai. (Suka Adnyana/balipost)










