Ketua Umum KONI Bali, I Nyoman Giri Prasta saat memberikan sambutan usai dilantik, di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Bali yang juga Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan tidak akan ada perubahan regulasi atau adendum menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Bali 2027. Seluruh Technical Handbook (THB) dan aturan pertandingan ditegaskan harus sudah tuntas paling lambat Desember 2026.

Penegasan itu disampaikan Giri Prasta saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KONI Jembrana di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Sabtu (23/5) belum lama ini.

Menurutnya, kepastian regulasi sejak awal sangat penting demi menciptakan pembinaan atlet yang terukur, selektif, dan berkelanjutan. Ia tidak ingin terjadi perubahan aturan mendadak menjelang pelaksanaan Porprov yang berpotensi memicu protes dari peserta maupun daerah.

Baca juga:  Sepak Takraw Denpasar Naik dari Grade 4 ke Grade 1

“Maka, sembilan bulan sebelum pelaksanaan Porprov, kami di KONI Bali sudah akan mengeluarkan regulasi. Regulasi tersebut akan dipedomani sesuai dengan yang ada di pusat dan tidak akan ada adendum,” tegas Giri Prasta.

Selain regulasi, mantan Bupati Badung itu juga meminta seluruh KONI kabupaten/kota melakukan inventarisasi data atlet secara menyeluruh sebagai dasar pembinaan prestasi.

“Ada pepatah mengatakan, memang susah ketika kita berbicara tentang data, tetapi lebih fatal lagi ketika kita berbicara tanpa data,” ujarnya.

Giri Prasta juga menegaskan pentingnya perhatian terhadap atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Bali di ajang nasional maupun internasional, mulai dari PON, SEA Games, Asian Games hingga kompetisi dunia.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Karangasem

Tak hanya fokus pada pembinaan, Giri Prasta turut menyoroti pentingnya pembangunan dan renovasi venue olahraga yang representatif sebagai penunjang lahirnya prestasi atlet Bali.

Ia mengungkapkan sejumlah daerah seperti Badung, Bangli, dan Karangasem telah mulai melakukan renovasi fasilitas olahraga. Bahkan di Buleleng telah disiapkan lahan seluas lima hektare melalui kerja sama dengan Ajik Krisna untuk pengembangan fasilitas olahraga.

“Kami memahami tidak akan pernah bisa memajukan olahraga tanpa venue yang representatif. Ke depan akan kami koordinasikan bersama KONI kabupaten/kota,” katanya.

Langkah pembenahan fasilitas olahraga ini juga menjadi bagian dari ambisi besar Bali untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2034 setelah pelaksanaan PON NTB-NTT 2028 dan PON Banten-Lampung 2031.

Baca juga:  Penutupan Rapat Paripurna DPRD, Bupati Badung Tandatangani 5 Perda

Dalam kesempatan yang sama, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau yang akrab disapa Ipat resmi kembali memimpin KONI Jembrana periode 2026-2030 secara aklamasi.

Wakil Bupati Jembrana tersebut menegaskan komitmennya meningkatkan pembinaan atlet usia dini dan mendongkrak prestasi olahraga Jembrana hingga level nasional dan internasional.

“Kami punya prinsip bahwa tidak ada atlet hebat dari lahir, yang ada adalah atlet yang terlatih. Karena itu pembinaan yang matang dan berjenjang menjadi kunci,” tegas Ipat.

Ia juga mengajak seluruh elemen olahraga di Jembrana untuk menjaga soliditas, transparansi, dan sinergi demi membawa olahraga Jembrana semakin berprestasi di masa mendatang. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN