
DENPASAR, BALIPOST.com – Bertepatan dengan Rahina Soma Ribek, Senin (2/11) diyakini umat Hindu sebagai hari penuh anugerah. Di hari pemuliaan terhadap alam semesta, Dewa Wisnu dan Dewi Sri yang memberkahi kesejahteraan bagi umat manusia, Desa Adat Kesiman bersama TNI, Kodim 1611 Badung menancapkan tonggak menjaga, melestarikan dan merevitalisi loloan dan pesisir pantai.
Ditandai dengan menanam ratusan mangrove, pohon Intaran dan Camplung di pasisir Pantai Biaung, Kesiman. Langkah Desa Adat Kesiman ini untuk bersama menjaga pesisir dan loloan di Bali yang banyak hilang karena dikuasai investor.
Ratusan krama banjar se-Desa Adat Kesiman termasuk prajuru adat dan dinas dilibatkan pada aksi penanaman pohon penghijauan di Pantai Biaung tersebut. Mereka bersinergis dengan ratusan personel TNI dari Kodim 1611/Badung yang dipimpin Dandim 1611/Badung, Letnan Kolonel Inf. Kadek Muliarsa.
Saat itu Dandim bersama Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar yang juga Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna menanam pohon intaran di sepanjang garis pantai. Aksi ini serempak diikuti 32 kelihan banjar adat se-Kesiman, kepala desa, sejumlah bendesa adat di Denpasar, kalangan pemerintah dan MDA Badung.
Bendesa Adat Kesiman Jro Mangku Ketut Wisna mengungkapkan langkah berani ini dilakukan agar rahina Soma Ribek tak hanya sarat di tataran tatwa, namun kering aksi penyelamatan bumi dan alam. Padahal Ida Hyang Widi Wasa memberkati kesejahteraan kepada umat manusia melalui alam.
Makanya alam khususnya loloan dan pesisir harus diselamatkan krama desa sesuai visi desa adat mewujudkan kasukertan palemahan. Untuk itu, dia mengajak rahina Soma Ribek ini dipakai gerakan bersama untuk merevitalisasi aksi pro lingkungan.
Bagi krama yang dekat dengan gunung silahkan melestarikan gunung beserta isinya, demikian juga di Danau dan pesisir menjadi kewajiban kita bersama. Termasuk yang paling penting adalah memelihara bersama dengan melibatkan krama banjar, desa adat dan unsur pemerintah.
Jro Wisna didampingi Penitia, Jro Made Sugita menambahkan Kesiman memiliki puluhan kilometer garis pantai mulai dari utara pesisir Pelabuhan Sanur hingga Pantai Biaung yang berbatasan dengan Gianyar. Sepanjang garis pantai ini banyak dipakai pesraman dan griya oleh para sulinggih sehingga kawasan Padanggalak hingga Biaung ini dikenal memiki spirit suci dan tenget.
Dandim Badung Letjen Inf. Kadek Muliarsa mengungkapkan aksi bersama ini sangat positif dan sudah menjadi tugas TNI untuk ikut menjaga dan melestarikan serta meningkatan eksistem loloan dan pesisir berbasiskan lingkungan. Bahkan dia sendiri baru tahu ternyata pohon Intaran dan Camplung ini paling efektif untuk penghijauan di pessisr karena tahan dari guncangan angin dan udara berkadar garam tinggi.
Ia menegaskan TNI banyak pempunyai program penghijauan, namun diakuinya tugas yang paling berat adalah merawatnya. Karena itu dia mengajak warga desa melestarikan alam sekaligus merawat alam ini. Warga desa adat bersama TNI ingin mengembalikan kondisi loloan dan pesisir kita seperti dulu lagi. ‘’Jika kita mau memelihara alam, maka kita akan dipelihara juga oleh alam,’’ ujarnya. (Widiastuti/balipost)










