KPN Putu Gde Novyarta memberikan keterangan pada media usia jalani pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Pengadilan Tinggi Denpasar, Selasa (1/9). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Putu Gde Novyarta, S.H., M.Hum., salah satu hakim Pengadilan Tipikor Denpasar, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua PN Denpasar, pada Selasa (1/9), secara resmi dilantik Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar untuk menakhodai PN Denpasar. Dia menggantikan posisi Dr. Iman Luqmanul Hakim, yang promosi sebagai Wakil Ketua Jakarta Barat.

Usai sertijab, Iman Luqmanul berharap kepada KPN Denpasar baru, yang mempunyai kapasitas dan integritas baik, bisa melanjutkan program yang telah dilakukan bersama. Terkhusus untuk kemajuan PN Denpasar untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat pencari keadilan. Khususnya PR yang belum dituntaskan secara sempurna. “Semoga Pak Putu Gde Novyarta bisa melanjutkan dengan baik,” harapnya.

Salah satunya menuntaskan dan menyempurnakan nanajemen anti penyuapan, yang mana program ini sedang tahap penilaian atau evaluasi dari pusat yakni Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Juga pihak PN kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk kejaksaan, seperti permohonan anak telantar untuk mendapat hak pendidikan. Untuk bisa membantu anak tersebut mendapatkan legalitas di mata hukum. “Semoga managemen anti penyuapan ini bisa diselesaikan oleh Pak Putu Novyarta,” harapnya.

Baca juga:  Pasien Covid Membludak, Stok Oksigen Masih Aman

Sedangkan KPN yang baru, Putu Gde Novyarta menjelaskan pihaknya sangat berterimakasih untuk bisa mengabdi di PN Denpasar. “Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan publik dan membangun kepercayaan publik di Kota Denpasar, dan masyarakat Bali pada umumnya pada pengadilan Negeri Denpasar, yang juga Pengadilan Tipikor Denpasar,” tandas Novyarta.

Lanjut Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara demontrasi “Bali Tidak Diam” itu, pihaknya sejalur untuk menuntaskan program penyempurnaan anti penyuapan di PN Denpasar. Terkait dengan pidana korupsi, narkoba dan judi online yang meresahkan masyarakat, Tude Novyarta, panggilan akrabnya menyampaikan bahwa dia berkomitmen bersama pemerintah memberantas itu. “Sepertinya korupsi semakin meningkat. Kemarin sehari saja masuk 12 pelimpahan dari kejaksaan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia memohon doa menuntaskan kasus persidangan pidana korupsi yang dinilai memakan waktu cukup lama. Bahkan pernah sidang sampai malam, hingga di akhir pekan.

Baca juga:  Empat Perbekel PAW Terpilih di Tabanan Dijadwalkan Dilantik 30 Januari

“Kami pasti menjaga kredibilitas dalam penegakkan keadilan dalam penanganan kasus korupsi. Tidak ada transaksional penanganan perkara dan menjaga kedisiplinan semua pihak dalam persidangan,” jelasnya.

PR berikutnya yang bakal dikerjakan adalah soal ketepatan waktu, di mana saat ini dikaui dalam persidangan banyak yang molor hingga saksi berjam-jam menunggu giliran sidang.

Yang diatensi dan menjadi perhatian serius juga judi online (judol) yang melibatkan orang asing. “Tentu judol orang asing ini menjadi perhatian kami. Karena orang-orang lokal juga dilibatkan. Ini salah satu menjadi prioritas dalam penanganan perkara di PN Denpasar,” ucap Putu Gde Novyarta.

Perjalanan Karier

Putu Gde Novyarta yang cukup lama menjadi hakim tipikor ini tidak hanya berpengalaman di Bali. Namun juga banyak menghabiskan waktu di luar daerah. Perjalan karirnya, sebelum menjadi KPN Denpasar, Tude Novyarta dilantik sebagai Wakil PN Denpasar, pada 14 November 2025 yang saat itu menggantikan Heriyati.

Baca juga:  Dituntut 15 Tahun Penjara Terkait Gratifikasi MA, Gazalba Keberatan

Jauh sebelum itu, Putu Gde Novyartha, awal mulanya dia berkarir di PN Negara, hingga akhirnya pada 2002 diangkat menjadi hakim. Sebelum menjabat Waka PN Denpasar, jauh sebelum itu dia pernah bertugas di Tobelo (2005), Dompu (2009), Negara (2013), dan Jember.

Karir hakim Putu Gde Novyarta terus melonjak. Sejumlah jabatan strategis dia didapat berkat kerja uletnya. Putu Novyarta pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PN Biak (2019), Ketua PN Barru (2021), Ketua PN Amlapura (2022), hingga Wakil Ketua (2024) dan Ketua Pengadilan Negeri Tabanan (2025).

Alumnus S1 Hukum Universitas Udayana dan S2 Ilmu Hukum Universitas Mahendradatta (2015) itu setelah menjadi orang nomor satu di PN Tabanan, juga dipercaya sebagai hakim Pengadilan Tipikor Denpasar. Tak lama setelah menjadi KPN Tabanan, secara resmi pada 14 November 2025, dia dipercaya menjadi Waka PN Denpasar hingga sekarang. (Made Miasa/balipost)

BAGIKAN