
DENPASAR, BALIPOST.com – Kesadaran masyarakat untuk mengenali risiko kesehatan sejak dini perlu terus ditingkatkan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh, mendeteksi potensi gangguan kesehatan, sekaligus mencegah penyakit berkembang lebih jauh.
Melalui kegiatan berlari yang kini hits di kalangan generasi muda, upaya-upaya tersebut terus dirorong. Salah satunya tampak pada kegiatan Self-Care AMRUN 5K 2026 yang digelar di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Minggu (1/11).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pemeriksaan gratis diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan Asia Pacific Self Medication Industry (APSMI) tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan menggandeng Darya-Varia Laboratoria memberikan layanan pemeriksaan meliputi tekanan darah serta GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid), yakni pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Layanan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui gambaran awal kondisi kesehatannya. Melalui pemeriksaan sederhana, sejumlah faktor risiko kesehatan diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga masyarakat bisa mengambil langkah pencegahan maupun berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Praktisi kesehatan dr. Ian Kloer, mengatakan, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan melakukan pengobatan ketika keluhan muncul. Kesadaran untuk mengenali dan memantau kondisi tubuh secara berkala perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Pemeriksaan kesehatan secara rutin dan penerapan perilaku preventif perlu didukung edukasi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan juga penting untuk memperluas pemahaman serta akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan,” kata pria yang menjabat Presiden Direktur Darya-Varia itu.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini mengangkat pentingnya self-care atau kepedulian terhadap kesehatan diri. Edukasi yang diberikan mencakup penerapan gaya hidup sehat, penggunaan obat secara bijak dan bertanggung jawab, serta pencegahan resistensi antimikroba.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi kesehatan melalui perangkat DiVi Lab OPTIMA 4-in-1. Perangkat berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) ini mengintegrasikan pengukuran sejumlah parameter kesehatan dalam satu alat.
Teknologi tersebut dilengkapi fitur pemantauan tren kesehatan dan analitik prediktif berbasis AI. Fitur ini membantu pengguna memahami pola perubahan kondisi kesehatannya dari waktu ke waktu.
Hasil pemeriksaan dapat menjadi informasi awal untuk mengenali kemungkinan risiko kesehatan, meskipun tetap memerlukan konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi dan menentukan tindak lanjut yang tepat. (Widiastuti/balipost)










