Kondisi Stadion Mayor Metra Singaraja. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Stadion Mayor Metra di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja direncanakan mendapat rehabilitasi untuk meningkatkan kelayakan fasilitas olahraga. Sejumlah bagian stadion akan diperbaiki, mulai dari area tribun, lintasan atletik, toilet umum, hingga lapangan sepak bola.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Perkim Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, dikonfirmasi Jumat (30/10), mengatakan, rencana rehabilitasi Stadion Mayor Metra masih dalam tahap kajian teknis. Pemkab Buleleng sebelumnya telah merencanakan pengalokasian anggaran melalui APBD Perubahan. Namun, realisasinya masih mempertimbangkan kesiapan waktu, dokumen perencanaan, serta regulasi pengadaan barang dan jasa.

Baca juga:  Soal Bangunan di Kawasan TWA Penelokan, BKSDA Bali Angkat Bicara

Menurut Adipta, pihaknya terlebih dahulu menyiapkan Detail Engineering Design (DED) agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai perencanaan. Terlebih, paket rehabilitasi stadion tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar sehingga memerlukan waktu pengerjaan yang tidak singkat.

“Waktunya agak mepet. Kami juga harus menyiapkan DED terlebih dahulu. Kalau memang memungkinkan dieksekusi di APBD Perubahan, akan kami laksanakan. Namun, ini masih dikaji dari sisi kesiapan jadwal, teknis, dan regulasi,” jelasnya.

Ia mengatakan, skema pengadaan juga menjadi pertimbangan. Jika menggunakan tender, waktu yang dibutuhkan dikhawatirkan tidak mencukupi. Sementara itu, opsi mini kompetisi dinilai berpotensi mempercepat proses, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kesiapan dokumen dan ketentuan terbaru dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Baca juga:  2020, Stadion Mengwi Bertaraf Internasional Ditarget Rampung

Apabila hasil kajian menunjukkan pengerjaan tidak memungkinkan dilakukan pada APBD Perubahan, proyek tersebut akan digeser ke APBD Induk. Dengan demikian, proses persiapan pengadaan dapat dilakukan lebih awal sehingga pengerjaan diharapkan mulai berjalan pada Januari.

Selain rehabilitasi fisik stadion, PUPR Perkim Buleleng juga mengkaji rencana pemasangan lampu lapangan. Usulan tersebut telah diterima dan kini masih dihitung dari sisi kebutuhan pencahayaan, kapasitas tiang penyangga, serta konstruksi pendukung. Adipta menyebutkan, pekerjaan dengan nilai di bawah Rp 400 juta masih berpeluang direalisasikan pada APBD Perubahan apabila persiapannya memungkinkan.

Baca juga:  Subak Jadi WBD, Cok Ace Ceritakan Panjangnya Perjuangan Penetapan

Di sisi lain, pembenahan fasilitas olahraga juga direncanakan menyasar GOR Bhuana Patra dan sejumlah venue lainnya untuk mendukung persiapan pelaksanaan Porprov Bali 2027? Namun, penyusunan DED menjadi perhatian agar setiap pekerjaan memiliki perencanaan matang dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

“DED-nya kami siapkan terlebih dahulu untuk memastikan gambar dan perencanaannya bagus, sehingga pekerjaan nantinya tidak mubazir,” tandasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN