
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kejuaraan Atletik Buleleng Open 2025 menjadi ajang penjaringan sekaligus pembinaan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Kejuaraan yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Buleleng ini diikuti sekitar 1.000 lebih atlet dari berbagai wilayah.
Ketua Harian PASI Buleleng, Wayan Arsana, saat ditemui Rabu (28/10) mengatakan, jumlah peserta yang tercatat mencapai 997 atlet. Jika ditambah atlet binaan PASI Buleleng yang turut berlaga, jumlah keseluruhan peserta mencapai sekitar 1.000 lebih atlet.
Menurut Arsana, kejuaraan ini mempertandingkan empat kategori, yakni SD, SMP, SMA dan umum, serta Buleleng Open untuk kelompok umur 14 dan 16 tahun tingkat Bali. “Untuk kategori SMA dan umum, kami memperpanjang kegiatan ini sebagai bagian dari Pra-Porprov. Kami ingin mempersiapkan atlet sedini mungkin,” ujarnya.
Pada kategori SD, sejumlah nomor yang dipertandingkan meliputi lari 60 meter, 600 meter, dan 1.000 meter. Sementara itu, kategori SMP mempertandingkan nomor lari 100 meter, 400 meter, 800 meter, dan 2.000 meter, serta lompat jauh dan tolak peluru.
Adapun kategori SMA dan umum mempertandingkan sejumlah nomor, di antaranya lari 100 meter, 400 meter, 800 meter, 5.000 meter, jalan cepat 5.000 meter, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, dan lompat jauh.
Arsana menambahkan, PASI Buleleng juga menerapkan regulasi khusus pada kategori SD dan SMP. Atlet yang telah menjuarai Pornas, Porsenijar, atau kejuaraan setingkat di atasnya tidak diperbolehkan mengikuti kategori lokal. Kebijakan ini diterapkan untuk memberikan kesempatan kepada atlet-atlet lokal yang belum pernah tampil di kejuaraan besar.
Sementara itu, atlet yang telah memiliki prestasi diarahkan mengikuti kategori Buleleng Open kelompok umur 14 dan 16 tahun tingkat Bali. Sejumlah kabupaten/kota di Bali turut ambil bagian dalam kejuaraan ini, di antaranya Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, dan Gianyar. “Open nanti akan diikuti sejumlah Kabupaten/Kota. Ini akan menjadi bahan evaluasi kedepan menjelang Porprov Bali 2027,” imbuhnya.
Ketua Umum PASI Buleleng, Kadek Setiawan, mengatakan, kejuaraan ini tidak hanya bertujuan menjaring atlet potensial untuk Porprov 2027, tetapi juga membangun regenerasi atlet sejak usia dini. Pembinaan dimulai dari tingkat SD, termasuk untuk persiapan Porsenijar, kemudian dilanjutkan dengan penjaringan atlet tingkat SMP, SMA, dan umum.“Tujuan Buleleng Open ini untuk mempersiapkan atlet sedini mungkin dalam rangka Porprov 2027. Kami menjaring atlet-atlet yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Buleleng,” kata Setiawan.
Terkait persiapan menuju Porprov 2027, Setiawan mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas atletik yang perlu mendapat perhatian. Perbaikan sarana dan prasarana dinilai penting agar atlet dapat berlatih dan bertanding dengan fasilitas yang lebih representatif.
Selain fasilitas, Setiawan menekankan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan dan motivasi atlet. Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya berorientasi pada raihan medali, tetapi juga harus memastikan atlet memperoleh dukungan untuk berkembang dan mempertahankan prestasi. “Kita berencana menyampaikan sejumlah kebutuhan tersebut kepada KONI untuk mendukung persiapan Buleleng sebagai tuan rumah Porprov 2027,” jelas Setiawan. (Yudha/balipost)










