Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/10) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia seiring investor bersikap risk off (mengurangi eskposur ke aset berisiko).

IHSG ditutup melemah 184,25 poin atau 3,49 persen ke posisi 5.098,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 24,19 poin atau 4,48 persen ke posisi 515,28.

“IHSG melemah setelah demonstrasi mahasiswa di sejumlah kota besar meningkatkan risiko politik, sedangkan harga minyak yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel menambah tekanan terhadap fiskal,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri Digelar 9 April 2024

Selain itu, Nico mengatakan bahwa arus keluar modal asing (foreign outflow) juga telah meningkat di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah.

Investor juga cenderung berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik pada pekan depan, salah satunya data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Oktober 2026, setelah inflasi September 2026 meningkat menjadi 3,28 persen.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia didominasi pelemahan setelah kinerja keuangan perusahaan teknologi besar yang mengecewakan, sehingga kembali memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI).

Dari Jepang, pelaku pasar mengalihkan perhatian pada pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ), yang diperkirakan mempertahankan suku bunganya, namun berpotensi memberikan sinyal kenaikan pada Desember 2-26 di tengah tekanan inflasi yang persisten.

Baca juga:  Soft Skills Unggulan 12 Zodiak di Dunia Profesional

Sementara pada Rabu (28/10), The Fed telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar, meskipun dua pejabat menyatakan perbedaan pendapat dengan mendukung kenaikan suku bunga.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 4,44 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 4,31 persen dan 4,18 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ALKA, YPAS, TMAS, KJEN dan MKNT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IDEA, SOFA, MEJA, LMAX dan SPRE.

Baca juga:  Hari Ini, Lima Zona Merah Dominasi Tambahan Kasus COVID-19

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,31 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,64 miliar lembar saham senilai Rp11,28 triliun. Sebanyak 104 saham naik 653 saham menurun, dan 206 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,00 persen ke 64.594,00, indeks Kospi melemah 1,24 persen ke 5.937,66, indeks Shanghai melemah 0,82 persen ke 3.651,43, indeks Hang Seng melemah 0,59 ke 22.958,65, dan indeks Strait Times melemah 0,03 persen ke 5.396,03. (kmb/balipost)

BAGIKAN