Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, bergerak melemah 28 poin atau 0,15 persen menjadi Rp18.184 per dolar AS atau hampir menyentuh Rp18.200, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi serangan Ansarullah Yaman (Houthi) terhadap kilang minyak terbesar di Arab Saudi.

“Pihak berwenang Arab Saudi tidak segera mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas dengan kapasitas 550 ribu barel per hari itu,” ucapnya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Dari Wakapolda Roycke Diganti hingga Ini Status Kepegawaian 7 ASN Dispar Buleleng yang Ditahan

Sebelumnya, Ansarullah juga menyerang stasiun pemompaan di sepanjang jalur pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi yang memungkinkan minyak mentah dialirkan tanpa harus melewati Selat Hormuz, serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Serangan-serangan tersebut dinyatakan memicu kekhawatiran mengenai keamanan rute ekspor alternatif, terutama di saat pengiriman melalui Selat Hormuz jalur vital bagi pasokan minyak global masih sangat terganggu akibat konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran.

Baca juga:  Denpasar Dilanda Bencana Pohon Tumbang

Di sisi lain, delegasi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan telah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Iran di Teheran. Mereka sepakat untuk melanjutkan diskusi yang bertujuan memperkuat perdamaian dan keamanan di kawasan, walaupun belum mendapatkan hasil yang di inginkan.

Para investor juga disebut tengah mencermati keputusan kebijakan Federal Reserve AS hari ini untuk mendapatkan sinyal mengenai prospek ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Baca juga:  Meski Tambahan Meningkat Tajam, Kasus Aktif Mengalami Perlambatan Kenaikan

“Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah tekanan inflasi, yang berpotensi mempersulit pilihan kebijakan bank sentral tersebut,” kata Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.183 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.139 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN