Pengecekan dugaan pencemaran Sungai Yeh Sungi dari peternakan babi di Desa Apuan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Dugaan pencemaran Sungai Yeh Sungi akibat aliran air cucian kandang babi di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, langsung diatensi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Setelah menerima pengaduan masyarakat, DLH melakukan verifikasi lapangan dan meminta pemilik kandang mengelola limbah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sungai.

Kepala DLH Tabanan, I Made Surya Dharma mengatakan, verifikasi dilakukan, Selasa (27/10). Pemeriksaan melibatkan Kepala Wilayah Banjar Apuan, Bhabinkamtibmas Desa Apuan, serta pemilik kandang babi.

“Dari hasil pemeriksaan, kami temukan lima kandang di lokasi tersebut. Namun, hanya satu kandang yang digunakan untuk memelihara tiga ekor babi. Air cucian kandang masih dialirkan langsung ke sungai,” ungkap Surya Dharma.

Baca juga:  Pohon Tumbang Rusak Bangunan Pura di Desa Apuan

Menurut dia, kotoran babi di lokasi tersebut diendapkan di lahan belakang kandang untuk dimanfaatkan sebagai pupuk. Meski demikian, aliran air cucian kandang langsung menuju sungai dan berpotensi memengaruhi kualitas air.

DLH Tabanan pun telah memberikan arahan kepada pemilik kandang agar air limbah tidak langsung dibuang ke badan sungai. Pengelolaan limbah perlu dilakukan terlebih dahulu untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan.

“Kami meminta pemilik kandang memperbaiki pengelolaan air limbah agar tidak langsung masuk ke sungai. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas air dan mencegah dampak terhadap lingkungan,” tegasnya.

Baca juga:  Pascaditinggal Kader Secara Massal, Dewa Rahardi Nahkodai PSI Buleleng

Sementara itu, Perbekel Desa Apuan, I Made Atmaja membenarkan adanya keluhan warga terkait pembuangan limbah peternakan ke Sungai Yeh Sungi. Persoalan tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan di tingkat desa, tetapi belum menemukan penyelesaian.

Atmaja menyebut, peternakan tersebut merupakan usaha milik perorangan yang lokasinya berada di dekat aliran sungai. Karena pembuangan limbah disebut masih berlangsung, persoalan itu akhirnya dilaporkan kepada DLH Tabanan.

“Kami sudah berupaya membicarakan persoalan ini di desa, tetapi keluhan warga masih muncul. Kami berharap pengelolaan limbah segera diperbaiki agar tidak lagi mengalir langsung ke sungai,” ujarnya.

Baca juga:  Pengendara Asal Jember Ditemukan Meninggal di Sungai Yeh Sungi

Ia menambahkan, Sungai Yeh Sungi memiliki aliran yang melintasi sejumlah wilayah hingga Marga dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian. Karena itu, kualitas air sungai perlu dijaga agar tidak terdampak aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan. Warga berharap penanganan dari DLH dapat mendorong perbaikan pengelolaan limbah peternakan sehingga fungsi sungai tetap terjaga. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN