DENPASAR, BALIPOST.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah perempuan tanpa identitas yang diduga warga negara asing (WNA) di pesisir Pantai Nyang Nyang, Desa Pecatu, Kabupaten Badung pada Sabtu (24/10) sore.

“Kami menerima laporan penemuan jenazah tersebut pada pukul 17.20 Wita dari Kelian Desa Pecatu,” kata Koordinator Lapangan Kantor Basarnas Bali Wahyu Sidiarta dikutip dari Kantor Berita Antara, Minggu (25/10).

Ia mengatakan jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing di pinggir pantai sekitar pukul 16.50 WITA.

Baca juga:  WNA Diduga Rudapaksa Perempuan Asal Sumut, Korban Diancam Sajam

Saksi pemancing langsung melaporkan temuan itu kepada pihak berwajib dan Kelian Desa Pecatu yang diteruskan dengan permintaan bantuan evakuasi ke tim SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Basarnas Bali berkoordinasi dengan Kelian Desa Pecatu, Bhabinkamtibmas Pecatu, dan pihak ambulans.

“Personel segera mempersiapkan peralatan dan sebanyak lima personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian sekitar pukul 17.40 WITA,” ujar Wahyu.

Setibanya di lokasi setengah jam kemudian, tim SAR gabungan membagi tugas sebelum memulai proses evakuasi.

Baca juga:  Harga Emas Pegadaian 1 September 2026, Antam Tembus Rp2,704 Juta per Gram

“Dari ciri-ciri warna kulit dan wajah, jenazah korban diperkirakan merupakan WNA,” ucap Wahyu.

Ia menuturkan bahwa proses penanganan di lokasi berlangsung cukup rumit hingga akhirnya jasad tanpa identitas diduga WNA itu berhasil dievakuasi pada pukul 19.30 Wita.

“Kami evakuasi kurang lebih dua jam, dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Sanglah dengan menggunakan ambulans Yayasan Masjid Al-Fatah,” kata Wahyu.

Hingga proses evakuasi selesai, identitas korban beserta waktu dan penyebab pasti kematiannya masih belum diketahui, sehingga penanganan lanjutan atas kasus di Pantai Nyang Nyang tersebut diserahkan penuh kepada pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku.

Baca juga:  Karena Tanda-tanda Ini, WNA Jatuh dari Tebing Pecatu Diduga Cuma Rekayasa

Wahyu menyebut unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi selain Basarnas juga Polsek Kuta Selatan, Polair Kuta Selatan, Inafis Polda Bali, Balawista Badung, perangkat Desa Pecatu, serta masyarakat setempat. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN