Ketua Umum Dekranas/Pelindung TP PKK dan TP Posyandu, Selvi Gibran Rakabuming menyampaikan terkait Dekranasda, PKK, dan Posyandu di Indonesia saat Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia bagian tengah di Denpasar, Kamis (22/10). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penurunan angka stunting menjadi PR bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pelindung TP Posyandu Selvi Gibran Rakabuming menekankan pentingnya peran kader posyandu untuk memantau tumbuh kembang (tumbang) anak termasuk memastikan kelengkapan imunisasi.

Hal tersebut disampaikan Selvi saat menghadiri rapat penguatan tata kelola lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia yang berlangsung di BSCC, Jalan Mertasari, Pemogan, Denpasar, Kamis (22/10). Selvi mengatakan, Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi sejak dini kemungkinan gangguan pertumbuhan anak.

Melalui pemantauan rutin setiap bulan, kader dapat mengetahui perkembangan tinggi dan berat badan anak sesuai dengan usianya. Istri dari Wapres Gibran Rakabuming Raka ini juga mengingatkan kader Posyandu tidak hanya berfokus pada kegiatan menimbang dan mengukur tinggi badan anak. Kader juga diharapkan untuk memastikan imunisasi anak tidak terlewatkan dengan memeriksa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Baca juga:  Bergerak Bersama dalam Percepatan Penurunan Stunting

Ia mengungkapkan, saat berkeliling mengunjungi Posyandu, dirinya sempat menemukan anak yang terlambat mendapatkan imunisasi. “Jadi untuk para kader-kader Posyandu, tidak hanya menimbang dan mengukur berat badan anak. Kalau setiap datang ke Posyandu itu kan pasti kita diwajibkan membawa buku KIA. Jadi, itu gunanya untuk kader-kader Posyandu juga bisa mengecek apakah ada yang terlewat imunisasi dari anak tersebut,” ujarnya.

Apabila ditemukan anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, ia mengimbau kader segera menginformasikan kepada orang tua agar imunisasi yang tertinggal dapat segera dikejar. Selain memastikan kelengkapan imunisasi, pemantauan pertumbuhan secara berkala juga menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi anak sejak dini.

Baca juga:  Program Semara Ratih Efektif Tekan “Stunting”, Tabanan Catat Angka 2,75 Persen

Melalui pengukuran tinggi dan berat badan setiap bulan, perkembangan anak dapat dipantau berdasarkan usianya. Selvi menegaskan, pemantauan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan, langkah penanganan dapat segera dilakukan.

Ia menambahkan, persoalan stunting masih menjadi tantangan di tingkat nasional. Karena itu, diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk memastikan upaya pencegahan berjalan optimal, mulai dari pemantauan pertumbuhan anak hingga pemenuhan imunisasi.

Baca juga:  SIM Keliling di Bali 16 Desember 2025, Cek Lokasinya

Melalui penguatan peran kader Posyandu dan kolaborasi lintas pihak, pemantauan tumbuh kembang anak diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal, sehingga potensi gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN