Ketua Umum Dekranas/Pelindung TP PKK dan TP Posyandu, Selvi Gibran Rakabuming meninggalkan ruangan usai rapat penguatan tata kelola lembaga Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia bagian tengah di Denpasar, Kamis (22/10). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Pelindung Tim Penggerak (TP) PKK dan TP Posyandu, Selvi Gibran Rakabuming, menutup rangkaian rapat penguatan tata kelola lembaga Dekranas, TP PKK dan TP Posyandu se-Indonesia Tengah di Bali, Kamis (22/10). Kegiatan yang berlangsung di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Pemogan, Denpasar ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Selvi menekankan pentingnya sinergi antara Dekranas, TP PKK dan TP Posyandu dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pertemuan yang menggabungkan tiga lembaga tersebut dalam satu kegiatan merupakan inovasi untuk memperkuat koordinasi, terutama di tengah tantangan efisiensi keuangan pemerintah.

Baca juga:  158 Proyek Strategis Nasional Telah Diselesaikan

Ia menjelaskan, kegiatan di Bali merupakan rangkaian terakhir setelah pelaksanaan kegiatan serupa di Jakarta untuk wilayah Indonesia Barat dan Sorong untuk wilayah Indonesia Timur. “Ini baru pertama kali tiga kelompok dikumpulkan dalam satu kegiatan. Ini salah satu inovasi karena menyatukan tiga lembaga, terutama menghadapi tantangan di tengah efisiensi keuangan pemerintah,” ujarnya.

Selvi mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum konsolidasi, tetapi juga wadah evaluasi terhadap program-program yang telah dijalankan. Evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, forum tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi masing-masing lembaga, sekaligus merumuskan solusi dan langkah konkret untuk pelaksanaan program ke depan. Selvi menegaskan, Dekranas, TP PKK dan TP Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:  Yayasan Batan Kendal Siapkan 'Setra Tamiu', Biaya Ngaben Perorangan Rp15 Juta

Dekranas, menurutnya, menjadi wadah bagi para perajin untuk mengembangkan produk kerajinan agar memiliki kualitas dan daya saing yang semakin baik. Pembinaan terhadap generasi muda juga perlu diperkuat agar kekayaan kerajinan Indonesia, termasuk kain tenun, tetap lestari dan mampu berkembang melalui berbagai inovasi.

Indonesia memiliki kekayaan produk kerajinan yang beragam. Karena itu, peran Dekranas dan Dekranasda diperlukan untuk mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha para perajin. Sementara itu, TP PKK memiliki peran penting melalui pelaksanaan 10 program pokok PKK yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Program-program tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga:  Ada Insentifnya, Jika Desa Adat Keluarkan Perarem Wajibkan Buah Lokal

Adapun TP Posyandu berperan dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat melalui dukungan terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya. Lebih lanjut, Selvi meminta agar seluruh program yang dijalankan ketiga lembaga tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Perencanaan yang matang, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan program menjadi hal penting agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Ia meyakini, komitmen dan kerja sama yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong peningkatan kualitas para perajin sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat Indonesia. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN