Museum Sagung Wah.di Tabanan rencananya akan ditata ulang. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Tabanan berencana merancang skema penataan Museum Sagung Wah yang berada di kawasan Taman Kota Tabanan. Bahkan di 2027, Disbud mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta untuk menyusun kajian sebagai langkah awal pengembangan bangunan tersebut menjadi museum.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, Dewa Putu Mahendra, mengatakan bangunan yang selama ini dikenal sebagai Museum Sagung Wah tersebut belum berstatus sebagai museum. Karena itu, diperlukan sejumlah tahapan dan kajian sebelum rencana pengembangan dapat direalisasikan.

Baca juga:  Mohon Keharmonisan Atas Derasnya Abrasi

“Untuk bisa menjadi sebuah museum, tentu ada tahapan yang harus dilakukan. Tahun depan sudah dianggarkan kajian terkait Museum Sagung Wah,” ujarnya, Kamis (22/10).

Menurut Mahendra, kajian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan arah penataan dan pengembangan Museum Sagung Wah. Namun, skema penataan yang akan diterapkan hingga kini belum ditetapkan secara final.

Anggaran kajian yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp100 juta. Melalui kajian tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat merumuskan konsep pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pelestarian sejarah dan kebudayaan Tabanan.

Baca juga:  Lontar Bali di Museum Leiden Belanda Hanya Salinan

Rencana ini menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti gagasan penataan Museum Sagung Wah sebagai ruang edukasi sejarah dan daya tarik wisata budaya.

Sebelumnya, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan rencana pengembangan kawasan tersebut menjadi galeri sejarah yang mengangkat perjalanan tokoh-tokoh asal Tabanan, termasuk seniman dan pejuang daerah.

Ke depan, keberadaan Museum Sagung Wah diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah, tokoh, dan warisan budaya Tabanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca juga:  Jokowi Kunjungi Museum Gunarsa, Museum Penting Untuk Cagar Budaya Bangsa

Meski demikian, realisasi penataan masih menunggu hasil kajian dan perumusan skema pengembangan. Dengan demikian, penggunaan anggaran untuk pembangunan fisik maupun bentuk akhir museum belum dapat dipastikan pada tahap ini. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN