Pengunjung Museum Yadnya di Mengwi. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan penataan dan pengembangan Museum Yadnya yang terletak di sisi barat kawasan cagar budaya Pura Taman Ayun, Mengwi. Meski fisik bangunan rampung dikerjakan, Pemkab Badung saat ini memfokuskan perhatian pada proses kurasi serta melengkapi sarana dan prasarana agar penyajian koleksi dapat berjalan maksimal.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, membenarkan bahwa penyajian materi pameran di dalam gedung museum masih terus berproses melalui tahap kurasi. Langkah ini diambil untuk mengubah tampilan museum dari sekadar pajangan statis menjadi ruang edukasi kebudayaan Bali yang interaktif dan dinamis.

Baca juga:  Meningkatkan Kepekaan Humanisme dalam Ber-"Yadnya"

“Renovasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi Museum Yadnya sebagai pusat edukasi dan informasi kebudayaan Bali,” tegas Sukadana saat dikonfirmasi Rabu (21/10).

Secara visual, area depan gedung museum telah tertata rapi. Di area interior lantai dasar, pengunjung disambut pajangan patung berbusana adat Bali yang biasa digunakan dalam ritual keagamaan seperti pernikahan dan potong gigi. Sementara di lantai dua, disajikan visualisasi prosesi ritual dari lahir hingga meninggal dunia, meliputi megedong-gedongan, tiga bulanan, potong gigi, pernikahan, hingga prosesi pengabenan.

Baca juga:  Jokowi Kunjungi Museum Gunarsa, Museum Penting Untuk Cagar Budaya Bangsa

Namun, Pemkab Badung mengakui masih ada kekurangan pada detail penjelasan objek pameran. Untuk menyempurnakannya, Disbud Badung telah melakukan studi tiru ke sejumlah museum guna merancang tata kelola modern. “Ke depan, seluruh materi pameran yang mencakup Panca Yadnya—Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, dan Bhuta Yadnya—akan diperkaya dengan teknologi audiovisual dan video edukatif,” jelasnya.

Sambil menunggu perampungan teknologi audiovisual, pengelolaan museum dimaksimalkan oleh staf pemandu untuk memberikan penjelasan langsung kepada para pengunjung. Tata kelola museum saat ini dijalankan di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT), dengan harapan di masa depan dapat berkembang mandiri layaknya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pemeliharaan dan pengembangannya lebih terarah tanpa membebani APBD.

Baca juga:  Kandang Ayam Terbakar, Kerugian Rp 600 Juta

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan guna mendapatkan arahan serta dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat,” katanya.

Pihaknya pun berencana segera berdiskusi bersama Kepala UPT untuk mematangkan konsep awal dan kebutuhan anggaran penunjang. Langkah komprehensif ini diharapkan memperkuat Museum Yadnya sebagai destinasi wisata edukasi berorientasi budaya Bali.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN