
DENPASAR, BALIPOST.com – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar kembali menggelar upacara manusa yadnya bersama bagi umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya. Kegiatan ini meliputi upacara Menek Kelih, Pewintenan Saraswati, dan Metatah massal yang akan dilangsungkan pada Oktober nanti.
Ketua PHDI Kota Denpasar, Dr. I Made Arka, S.Pd., M.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada umat, khususnya dalam meringankan pelaksanaan kewajiban manusa yadnya bagi anak-anak. “Adanya anggapan bahwa yadnya dalam agama Hindu itu ribet dan memberatkan kami jawab dengan pelaksanaan manusa yadnya bersama ini,” ujar Made Arka saat ditemui di sela-sela rapat persiapan di Kantor PHDI Kota Denpasar, Taman Kota Lumintang, Rabu (16/9).
Menurutnya, pelaksanaan secara bersama juga menjadi bagian dari semangat gotong royong. Dengan konsep tersebut, umat diharapkan dapat mengikuti rangkaian upacara dengan lebih mudah.
Besaran punia bagi umat yang mengikuti kegiatan tersebut diserahkan kepada kerelaan dan kemampuan masing-masing. PHDI berharap mekanisme itu dapat memungkinkan terjadinya subsidi silang antara umat yang mampu dengan umat yang memiliki keterbatasan.
“Punia yang diberikan sejatinya sebagai wujud bhakti persembahan kepada para leluhur yang turun kepada anak-anak kita sehingga besarannya disesuaikan dengan kemampuan,” katanya.
Selain untuk meringankan umat, kegiatan manusa yadnya bersama ini juga diperuntukkan bagi warga perantauan maupun transmigran yang tidak menjadi warga di wilayah desa adat di Bali dan Kota Denpasar.
Panitia juga membuka partisipasi masyarakat dan pihak swasta melalui donasi maupun sponsorship. Made Arka mengatakan panitia turut melakukan urunan punia untuk mendukung pelayanan kepada umat.
Sementara itu, Ketua Panitia Dr. AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, ST., M.Si., mengatakan dalam pelaksaan upacara nantinya, peserta diharapkan mengenakan busana sembahyang sederhana berupa pakaian putih-kuning madya. Ketentuan tersebut telah disepakati sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan secara bersama dan sederhana. “Pedoman pakaian dibuat sebagai upaya kebersamaan dan kesederhanaan, agar inti pelaksanaan yadnya dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh bhakti,” ujarnya.
Berbagai hal teknis mengenai pelaksanaan kegiatan akan disampaikan kepada peserta melalui teknikal meeting sebelum upacara berlangsung. Peserta yang telah terdaftar juga akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp untuk memudahkan koordinasi.
Pemuput upacara nantinya melibatkan sejumlah pinandita dari berbagai soroh atau pasemetonan di Bali. Manusa yadnya bersama tersebut dijadwalkan berlangsung di Wantilan Pura Lokananta Denpasar, Sabtu 3 Oktober. Pendaftaran dibuka bagi seluruh umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya. (Widiastuti/bisnisbali)










