
JAKARTA, BALPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/10) sore ditutup menguat didorong oleh langkah-langkah regulator pasar modal Indonesia yang berupaya memulihkan kepercayaan investor.
IHSG ditutup menguat 49,47 poin atau 0,94 persen ke posisi 5.328,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,41 poin atau 1,02 persen ke posisi 535,76.
“Langkah tersebut mencakup penyesuaian terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, serta peningkatan keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dilansir dari Kantor Berita Antara.
Selain itu, Nico mengatakan sentimen juga didorong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI-Rate tetap di level yang sama 5,75 persen atau sesuai ekspektasi pasar.
Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan periode Oktober 2026, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Namun, suku bunga deposit facility diputuskan untuk naik sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen, sementara suku bunga lending facility diputuskan untuk tetap pada 6,5 persen.
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia bergerak variatif seiring dengan kinerja laba yang solid dari sejumlah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat (AS) yang meredakan kekhawatiran terkait investasi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatkan sentimen investor global.
Sementara itu, harga minyak mentah kembali melanjutkan tren kenaikan setelah seorang diplomat membantah laporan yang menyebutkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran akan segera tercapai, sehingga risiko inflasi tetap menjadi perhatian pasar.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG berbalik ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang menguat 3,64 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,39 persen dan 1,34 persen.
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam 1,07 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 0,91 persen dan 0,31 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu STRK, SOLA, IPTV, SOHO, dan BUKK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMMS, PGJO, LUCY, ATAP, dan SINI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,81 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,85 miliar lembar saham senilai Rp17,72 triliun. Sebanyak 384 saham naik, 328 saham menurun, dan 251 tidak bergerak nilainya
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,97 persen ke 64.696,00, indeks Hang Seng melemah 0,90 persen ke 23.651,87, indeks Shanghai naik 0,60 persen ke 3.713,03, indeks Kospi menguat 3,29 persen ke 5.735,66, dan indeks Strait Times menguat 0,66 persen ke 5.439,56. (kmb/balipost)










