Denpasar membantu mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jerigen pada pengendara yang antri di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teras Ayung, Jalan Gatot Subroto Timur, Jumat (16/10). Langkah ini sebagai upaya untuk mengurangi antrian panjang kendaraan warga.(BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) masih mewarnai sebagian besar SPBU di Kota Denpasar. Untuk mengurai antrean, Pemkot Denpasar berkolaborasi dengan Pertamina mendistribusikan bensin dalam kemasan jerigen berisi 3 liter. Ada 8 titik lokasi yang disasar setiap hari, dengan masing-masing titik menyiapkan 310 jeriken atau total 930 liter bensin.

Salah satunya berlangsung di SPBU Jalan Gatot Subroto Timur, kawasan Teras Ayung, Jumat (16/10). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkot Denpasar, Pertamina, dan pengelola SPBU. Pelaksanaannya juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. “Ini adalah bentuk kolaborasi kita di Pemkot Kota, seizin Bapak Wali Kota dan Pertamina. Hari ini membawa jerigen yang isinya 3 liter sebanyak 310,” ujar Sriawan.

Baca juga:  Karyawan "Laundry" Ditemukan Tak Bernyawa di Kos-kosan

Ia menjelaskan, penjualan bensin dalam kemasan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan pelayanan di SPBU yang bersedia mendukung skema penjualan 3 liter. Pada pelaksanaan di kawasan Teras Ayung, sebanyak 310 jerigen disiapkan, dengan masing-masing jerigen berisi 3 liter bensin sehingga totalnya mencapai 930 liter.

Menurut Sriawan, langkah ini diharapkan dapat membantu mengantisipasi antrean panjang di SPBU dan mengurangi keluhan masyarakat. Ia menyebut, kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan antrean, terutama di kawasan yang mengalami kepadatan kendaraan.

Diakuinya penjualan bensin kemasan 3 liter yang langsung didistribusikan dengan kendaraan pick up ini mampu mengurangi antrean sekitar 500 meter. “Karena kalau dihitung 300 jirigen ini mampu menyasar 300 sepeda motor, dimana panjang sepeda motor rata-rata 2 meter, kalau kita kalikan menjadi 600. Kita ambil rata-rata mengurangi antrean sekitar 500 meter,” ungkapnya.

Baca juga:  Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Diperpa Badung Intensifkan Program Gerakan Pangan Murah

Sriawan menambahkan, pelaksanaan kegiatan untuk sementara dimulai di titik tersebut. Ke depan, lokasi pelaksanaan dapat diperluas melalui koordinasi lanjutan dengan Pertamina. Ia berharap Pertamina dapat memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan bakar sehingga langkah tersebut bisa mendukung upaya mengurangi antrean di SPBU.

Terkait keberlanjutan kegiatan pada hari berikutnya, Sriawan mengatakan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kebutuhan dan pelaksanaan selanjutnya.

Baca juga:  Dua Pasien Positif COVID-19 Meninggal, Tambahan Kasus Baru Segini

Sementara itu, salah seorang warga, Daman, saat diwawancarai di lokasi, mengaku sudah mengantre sejak pagi. Pria yang tinggal di kawasan Tohpati ini mengaku sudah 4 hari tidak bisa bekerja karena kehabisan BBM. “Saya kerja proyek di Klungkunng. Sudah 4 hari tidak bekerja karena motor tidak isi bensin,” katanya.

Sebelumnya, Daman mengaku sudah sempat mengantre di SPBU yang sama, namun setelah sekian lama antre ternyata stok habis. Dia memutuskan untuk bkembali ke rumah dengan sisa bensin di kendarannya. Daman mengaku bersyukur hari ini telah bisa membeli BBM setelah beberapa jam mengantre. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN