Petugas medis Pemkab Tabanan disiagakan di 14 SPBU untuk mengantisipasi kelelahan dan kondisi darurat kesehatan masyarakat di tengah antrean BBM. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Tabanan berpotensi memicu gangguan kesehatan, mulai dari kelelahan, pusing hingga pingsan. Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan menyiagakan tim pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di 14 titik SPBU, sejak Rabu (14/10).

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengatakan penyiagaan petugas medis dilakukan untuk memberikan pertolongan cepat kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan saat menunggu giliran mengisi BBM.

“Kami menyiagakan tim P3K gabungan dari puskesmas dan rumah sakit, baik negeri maupun swasta, di seluruh wilayah Tabanan. Langkah ini merupakan antisipasi agar masyarakat yang mengantre BBM tetap mendapatkan pelayanan apabila mengalami gangguan kesehatan atau kondisi darurat,” ujarnya.

Baca juga:  Nataru, Konsumsi Avtur di Bali Diprediksi Naik 21 Persen

Sebanyak 14 titik SPBU menjadi lokasi penempatan petugas medis. Di wilayah Marga, tim P3K Puskesmas Marga 1 bersiaga di SPBU Jalan Wisnu Marga, sedangkan Tim P3K Tabanan 2 ditempatkan di SPBU Celebuh.

Di kawasan perkotaan dan jalur utama, petugas dari RS Wisma Prashanti disiagakan di SPBU Pesiapan, RSIA Puri Bunda di SPBU McD Jalan Bypass Soekarno, RSUD Tabanan di SPBU Sanggulan, serta Puskesmas Tabanan 3 di SPBU Gerogak Gede.

Baca juga:  Antrean Kendaraan Hendak Nyeberang di Gilimanuk Capai 3 Kilometer, Buka Tutup Lalin Diberlakukan

Penyiagaan juga dilakukan di wilayah lainnya. Tim P3K RSU Bhakti Rahayu Tabanan bertugas di SPBU Buruan, Puskesmas Baturiti 2 di SPBU Perean, dan Puskesmas Kerambitan 1 di SPBU Lumajang.

Sementara itu, di Kecamatan Kediri, petugas dari Puskesmas Kediri 2 disiagakan di SPBU Abiantuwung, Puskesmas Kediri 1 di SPBU Pandak, dan Puskesmas Kediri 3 di SPBU Beraban. Adapun Puskesmas Selemadeg bertugas di SPBU Berembeng dan Puskesmas Selemadeg Barat di SPBU Soka.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, menegaskan pemerintah daerah berupaya memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di tengah situasi antrean BBM. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan memperhatikan kondisi kesehatan selama menunggu giliran mengisi bahan bakar.

Baca juga:  Sidang Korupsi APBDes, Oknum Perbekel Baha Dipenjara 4,5 Tahun

“Pemerintah Kabupaten Tabanan hadir untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh warga. Situasi antrean di SPBU harus kita antisipasi bersama agar tidak berdampak buruk pada kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengimbau warga agar tidak ragu meminta bantuan petugas P3K apabila merasa pusing, lemas, atau mengalami keluhan kesehatan lainnya saat berada di lokasi antrean.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Tabanan berharap pelayanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat di tengah antrean BBM yang memanjang, sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan dan kegawatdaruratan di area SPBU. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN