Pasien- Dampak kelangkaan BBM membuat tingkat kunjungan pasien menurun. Sementara untuk pelayanan kesehatan tetap berjalan normal. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi hingga saat ini di Karangasem, tak membuat pelayanan kesehatan di RSUD Karangasem terganggu. Hingga saat ini pelayanan masih berjalan dengan normal, hanya saja kunjungan pasien yang mengalami penurunan akibat kondisi tersebut.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Gusti Lanang Udiyana mengungkapkan, kelangkaan BBM mulai berdampak terhadap aktivitas pelayanan rumah sakit. Angka kunjungan pasien sedikit mengalami penurunan. Begitu juga sejumlah pegawai juga terlambat datang karena harus mengantre BBM di SPBU.

Baca juga:  Anjing Penggigit Belasan Pendaki di Gunung Batukau Positif Rabies, Distan Lakukan Ini

“Pelayanan rujukan pasien masih berjalan aman. Ketersediaan BBM untuk kendaraan ambulans hingga saat ini juga masih mencukupi, meskipun operasionalnya sedikit terganggu akibat situasi tersebut,” ujarnya, Kamis (16/10).

Udiyana mengatakan, pihak rumah sakit tetap mewaspadai kemungkinan kelangkaan BBM yang berlangsung lebih lama. “Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin aktivitas tenaga kesehatan maupun pelayanan kepada masyarakat ikut terdampak,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan dr. Kurnia Wati yang rela berlari sejauh tujuh kilometer dari rumahnya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, menuju RSUD Karangasem untuk melakukan visite pasien.

Baca juga:  KPU Badung Buka Kotak Suara DPK

“Sikap tersebut patut menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan lainnya agar tetap bersemangat dan tulus dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dedikasi dokter Kurnia, semoga bisa menjadi inspirasi bagi nakes yang lain,” harap Udiyana. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN