Antrean kendaraan yang hendak membeli BBM terlihat di salah satu SPBU di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) menimbulkan kemacetan khususnya di titik-titik SPBU. Kondisi yang makin parah dalam 4 hari terakhir ini tentu berdampak pada kunjungan wisatawan karena Bali merupakan destinasi wisata dunia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Putu Winastra, Rabu (14/10) mengatakan, pihaknya melakukan pengalihan tujuan perjalanan wisatawan untuk menghindari kemacetan. “Dalam kondisi saat ini, terjadi pengalihan tour yang tadinya ke Tanah Lot, karena macet kita bawa ke daerah yang tidak terlalu macet,” katanya.

Baca juga:  Jumlah Kapal Terbakar Bertambah, Api Belum Bisa Dipadamkan

Asita, kata dia, mencermati situasi terkait ketersediaan BBM di Bali, karena kelancaran transportasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas pariwisata. Namun, pihkanya melihat persoalan ini perlu disikapi secara proporsional dan berdasarkan informasi yang akurat.

“Kami berharap koordinasi antara pemerintah, pihak penyedia BBM, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga:  Pelebaran Jalan Dipercepat, Traffic Light Gunung Salak-Teuku Umar Barat Ditarget Berfungsi 1 November

Dari sudut pandang Asita, menurutnya yang terpenting adalah memastikan aktivitas pariwisata tetap berjalan dengan baik, masyarakat tidak mengalami dampak yang berkepanjangan, dan wisatawan tetap mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman selama berada di Bali.

Pihaknya percaya bahwa melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik, setiap tantangan dapat dicarikan solusi bersama. “Asita siap menjadi bagian dari komunikasi konstruktif antara industri pariwisata dan pemerintah demi menjaga kepercayaan terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata dunia,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Restoran Khas NTT Dilalap Api
BAGIKAN