
DENPASAR, BALIPOST.com – SPBU di Bali terutama Kota Denpasar nampak dipenuhi antrean warga pemburu bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa (13/10). Bahkan antrean yang sampai mengular ke jalanan ini sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya.
Salah satu kondisi tersebut dirasakan oleh Gede Gandhi. Pria asal Ubung Kaja, Denpasar ini hingga mencari BBM jenis Pertamax ke SPBU Lukluk pada Senin (12/10) malam. Dia menghabiskan waktu hingga 2,5 jam demi mengisi pertamax mobilnya.
Dipilihnya membeli BBM saat malam hari dengan harapan tak banyak yang antre. Namun ternyata meleset, karena antrean juga sama panjangnya.
“Saya mulai antrean sekitar pukul 9 malam hingga setengah dua belas (23.30) baru selesai,” katanya.
Bahkan Gandi mengaku pembelian pun sempat terkendala sistem eror pada mesin scan pembelian BBM.
Cerita lain juga datang Maharani. Ia yang tinggal di Tanaman dan bekerja di Denpasar sudah kebingungan mencari BBM sejak Jumat (9/10) lalu. Dari belasan SPBU yang dilewati antrean cukup panjang.
Sementara sisa bensin motornya sudah sangat tipis. “Saya agak trauma dengan kondisi ini, karena pas Jumat itu sudah kedip-kedip. Dari Tabanan untungnya sampai di tempat kerja,” katanya.
Akhirnya ia membeli Pertamax di SPBU Kreneng Denpasar dengan antrean cukup panjang. Dengan kondisi tersebut, ia mengaku kini membatasi bepergian selain ke tempat kerja.
Antrean pembelian BBM di Denpasar hampir terjadi di semua SPBU. Seperti di Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara antrean cukup panjang di jalanan. Demikian pemantauan di SPBU Gatot Subroto Tengah juga mengular hingga ke jalanan hingga menimbulkan kemacetan. (Widiastuti/balipost)










