
DENPASAR, BALIPOST.com – Bali menjadi arena adu ketangkasan pebiliar mancanegara dalam Bali International 9-Ball RBC Open 2026. Sebanyak 128 pebiliar ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung 6-9 Oktober 2026.
Untuk pertama kalinya, Bali menjadi tuan rumah kejuaraan 9-ball dengan kategori open penuh. Persaingan pun terasa lebih ketat karena turnamen ini menghadirkan talenta lokal, nasional, dan luar negeri, termasuk sejumlah pebiliar yang berada di jajaran peringkat 1 hingga 12 dunia.
Dari 128 peserta, 70 di antaranya merupakan pebiliar mancanegara. Mereka datang dari Filipina, Thailand, Kanada, Irak, Argentina, Tiongkok, Singapura, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Para pemain asing tersebut beradu kemampuan dengan talenta papan atas Indonesia termasuk lokal dalam perebutan total hadiah Rp598 juta.
Ketua Pengprov Pobsi Bali, Dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, menilai kehadiran pemain dunia menjadi kesempatan berharga bagi atlet Bali dan Indonesia. Menurutnya, pengalaman menghadapi pemain dengan level berbeda dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas permainan.
“Yang pasti adalah pengalaman yang sangat berharga. Karena terus terang pemain kita ini jarang sekali bisa bermain dengan pemain top. Apalagi yang kali ini hadir kebanyakan pemain top dunia, di samping pemain top nasional,” ujar Laksmi.
Laksmi mengatakan, kesempatan tersebut bukan hanya diperoleh ketika atlet turun bertanding. Para pebiliar lokal juga dapat mengamati secara langsung bagaimana pemain elite menjaga ketenangan, mengatur strategi, serta menghadapi tekanan di atas meja.
“Jam terbang dan pengalaman melihat ketenangan serta teknik pebiliar dunia sangat penting. Dengan menonton dan bertanding langsung, para atlet bisa belajar mengatasi tekanan di meja biliar untuk kemajuan olahraga biliar di Indonesia dan Bali,” katanya.
Pobsi Bali juga berharap RBC Open dapat menjadi agenda yang berkelanjutan. Kehadiran pemain top dunia di Bali diharapkan tidak hanya berlangsung pada tahun ini, tetapi dapat kembali tersaji pada edisi-edisi berikutnya.
“Ini mudah-mudahan bisa tiap tahun kita adakan. Kalau yang open handicap, kita sudah beberapa kali mengadakan di Bali. Mudah-mudahan tiap tahun di sini sudah ada pemain top dunia. Tahun lalu juga ada, sekarang juga ada,” kata Laksmi.
Dari Bali, sekitar enam hingga delapan pebiliar ambil bagian dalam turnamen ini. Salah satunya merupakan pemain muda berusia 16 tahun. Selain itu, terdapat atlet PON Bali seperti Irwan Limardi dan Edi Wirawan yang sebelumnya meraih emas PON pada nomor snooker.
Persaingan juga semakin menarik dengan hadirnya sejumlah pebiliar elite nasional. Irsal Nasution dan Albert Januarta menjadi wakil papan atas sektor putra, sedangkan Silviana Lu tampil sebagai peringkat satu nasional putri dan peringkat tiga Dunia. Gebby Adi Wibawa juga turun sebagai salah satu pebiliar terbaik nasional pada nomor snooker.
Sekretaris Umum POBSI Bali, Welly Soedarno, mengatakan turnamen ini menjadi kesempatan bagi atlet Bali untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
“Nah, dengan adanya event ini, pengalaman bertanding, jam terbang, dan lain sebagainya akan sangat membantu sekali bagi pemain-pemain Bali. Mereka juga dapat belajar dari segi teknik, teknik-teknik yang belum mereka kuasai dan bisa dilihat dari pemain dunia lainnya,” tutur Welly.
Menurut Welly, persaingan di RBC Open 2026 juga menjadi ujian bagi mental para pebiliar Bali. Dengan level peserta yang relatif merata, kesalahan kecil dapat menentukan hasil pertandingan.
“Persaingan sangat ketat karena semua peserta adalah pebiliar top. Kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Ini menjadi ajang uji coba dan penambahan jam terbang yang sangat berharga bagi atlet Bali,” ujarnya.
POBSI Bali menyebut penyelenggaraan turnamen ini sejalan dengan arahan PB POBSI untuk menghadirkan lebih banyak pebiliar mancanegara ke Indonesia. Dengan demikian, atlet lokal mendapat kesempatan menghadapi lawan berkualitas tanpa harus selalu bertanding ke luar negeri.
Hasil penampilan para pebiliar Bali di RBC Open 2026 selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi menghadapi agenda nasional. POBSI Bali mulai mempersiapkan sejumlah nama, termasuk Edy Wirawan dan Kadek Sugiarta, sambil menunggu regulasi serta kuota terbaru dari PB Pobsi untuk persiapan menuju PON NTB-NTT. (Suka Adnyana/balipost)










