Oei Kiem Han yang akrab disapa Hanny. (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Satu-satunya pebiliar Bali yang lolos di nomor snooker Oei Kiem Han yang akrab disapa Hanny, mematok target merebut emas di nomor six red, pada PON Papua. Sebelumnya, Hanny merebut medali perunggu di nomor six red, pada PON di Jabar 2016 silam.

Ditemui di sela-sela latihan, di Obrigado, Kamis (5/8) Hanny menuturkan, dirinya lolos di nomor six red dan fifteen red. Bahkan, untuk nomor six red Hanny menduduki runner up di ajang Pra PON. “Saya menargetkan mendulang emas, sebab saat Pra PON seleksinya cukup ketat, dan yang lolos hanya delapan pebiliar,” ungkapnya.

Baca juga:  Dari Penurunan Kasus COVID-19 di India hingga Zona Risiko Bali Terbaru

Apalagi, lanjut dia, pemain kawakan snooker Indonesia Rudy Sulaiman (DKI), hingga kini menetap di Australia, dan kabarnya dia memilih absen pada PON Papua. “Saya akui penampilan Rudy Sulaiman memang jago snooker dan ahli taktik maupun strategi. Terbukti, saya dulu sering diajari dan dilatih Rudy, ketika sama-sama menghuni pelatnas, pada 1995,” kenang Hanny.

Dijelaskannya, baik nomor six red maupun fifteen red hanya melibatkan delapan atlet, sehingga jika menang sekali saja, otomatis minimal perunggu sudah digenggamnya. “Namun, saya tetap berharap bisa menyabet emas,” tandasnya. Ia pun menyebut sederet pesaing di snooker, seperti Gebby Junior (DIY) dan Y. Rahmanto (Jateng). “Saya kira peluang merebut emas terbuka lebar,” tegas Hanny.

Baca juga:  Sejumlah Atlet Bali Terancam Absen di Pra PON

Sementara, pelatih biliar tim PON Bali Willy Soedarno menerangkan, Bali selain meloloskan Hanny, juga diperkuat Irwan Limardi, Made ‘Marsel’ Tirta, dan seorang atlet putri Dhitya Octora. Willy menyebutkan, Irwan/Marsel merebut medali perunggu di nomor bola -10 ganda putra, dan 1 perunggu lagi di nomor bola -8 ganda putra yang dipersembahkan Marsel/Yohanes Tinton, pada PON Jabar lalu.

“Kami berharap medali perunggu bisa ditingkatkan lagi,” ucap Willy. Dia menjelaskan, untuk perorangan, Marsel turun di bola -10 dan bola -15, Irwan turun di bola -8 dan -9, sedangkan Dhitya bertanding di bola -9 dan -10. “Pebiliar Bali turun di nomor perorangan dan ganda, sebagaimana yang kami kirimkan ke panpel, sesuai dengan entry by name,” jelasnya.

Baca juga:  Banding di PT, Mantan Ketua Kadin Bali Divonis Lebih Berat

Menurut dia, selama TC sentralisasi, para atlet sama sekali belum pernah melakukan uji coba. Karena itu, pihaknya merancang latih tanding antara pebiliar PON melawan pebiliar dari berbagai kabupaten di Bali. “Selama ini kami urunan dana tali kasih pelatda untuk menyewa meja biliar. Kami tiap hari berlatih, di Obrigado,” ujarnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *