Situasi Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, saat siang dan beberapa warga sedang berolahraga.(BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Situasi Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur (Dentim), terus jadi sorotan karena dinilai tidak aman dan nyaman lagi. Hal ini dipicu karena kerap terjadi kericuhan dan pencurian.

Menyikapi kondisi tersebut, Polresta Denpasar dan Polsek Dentim akan meningkatkan patroli. Terkait harapan diberlakukan jam malam atau pembatasan aktivitas, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., Rabu (7/10)  mengatakan, pihaknya bersama Polsek Dentim memberikan perhatian serius terhadap adanya keluhan masyarakat terkait gangguan keamanan dan kenyamanan di kawasan Lapangan Renon. “Lapangan Renon merupakan ruang publik yang digunakan masyarakat untuk berolahraga dan melakukan berbagai aktivitas positif,” ujarnya.

Baca juga:  Respons Keluhan Warga, Pemkab Gianyar Perbaiki Jalan dan Drainase di Pejeng

Oleh karena itu, keamanan dan kenyamanan masyarakat tentu menjadi perhatian semua pihak. Polsek Denpasar Timur akan meningkatkan patroli dan pemantauan, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Apabila dalam kegiatan pemantauan ditemukan adanya keributan, tindakan kekerasan, atau perbuatan yang mengganggu ketertiban umum, personel kepolisian akan mengambil langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak ingin ruang publik digunakan untuk kegiatan yang justru mengganggu masyarakat lainnya. Apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentunya akan kami tindak sesuai aturan. Namun kami juga mengedepankan langkah pencegahan dan pendekatan humanis agar situasi tetap kondusif,” ungkap Iptu Adi.

Terkait kemungkinan diberlakukannya jam malam dan pengawasan ketat seperti di Lapangan Puputan Badung, menurut mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini, hal tersebut perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Baca juga:  ILO Perkirakan Pertumbuhan Lapangan Kerja Global Melambat Tajam

“Untuk pemberlakuan jam malam maupun pembatasan aktivitas, tentunya tidak bisa serta merta diputuskan hanya oleh kepolisian. Kami akan melihat perkembangan situasi di lapangan, melakukan evaluasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat tetap dapat menggunakan Lapangan Renon dengan aman, tertib dan nyaman,” tandasnya.

Polresta Denpasar juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan. Ia  mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Lapangan Renon sebagai ruang publik bersama.

Baca juga:  Ini, Jadwal Salat Denpasar dan Sekitarnya 6 Maret 2026

“Silakan beraktivitas dan berolahraga, tetapi tetap saling menghormati. Jika masyarakat mengetahui adanya potensi kericuhan atau gangguan kamtibmas, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tutupnya.

Perlu diketahui, keributan diduga melibatkan warga NTT terus terjadi di Lapangan Puputan Margarana (Lapangan Renon), Denpasar Timur. Oleh karena itu pengawasan lapangan tersebut diperketat. Pada Minggu (4/10), diamankan seorang remaja berinisial MJT (18) diamankan polisi karena membawa senjata tajam (sajam).

Sebelumnya diamankan, terduga pelaku main sepak bola bersama teman-temannya. Diduga karena menolak diajak pesta miras, tiba-tiba terduga pelaku dipukul orang tidak ia kenal. Akhirnya terjadi keributan dan terduga pelaku lari ke Kantor BPD Bali. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN