Gerombolan pemotor saat melakukan pengeroyokan di Jalan Tukad Yeh IX, Denpasar Selatan. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengeroyokan brutal dilakukan gerombolan pengendara motor (pemotor) di warung, Jalan Tukad Yeh IX, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (26/9) dini hari. Ahmad Rizki Hariyono (22) jadi korban pengeroyokan saat beli rokok di warung tersebut. Kejadian ini viral di media sosial, Senin (5/10).

Kanitreskrim Polsek Densel, Iptu Azel Arizandi, Selasa (6/10) mengatakan korban melapor ke Polda Bali. Saat ini pihaknya bersama anggota Ditreskrimum Polda Bali melakukan penyelidikan dan melacak identitas terduga pelaku.

Baca juga:  Evaluasi Sistem Pengamanan Internal, Polda Bali Gelar Simulasi

Kronologisnya, Iptu Azel menjelaskan pada Sabtu pukul  02.30 WITA, korban sedang mengantar temannya ke warung madura untuk membeli rokok. Pukul 02.40 WITA datang sekitar 10 orang yang tidak dikenal menggunakan motor. Salah satu dari mereka langsung menabrak motor korban dari samping kanan. “Saat itu korban berada diatas motor langsung terjatuh,” ujarnya.

Saat korban bangun, terduga pelaku langsung mengeroyok  korban. Bahkan seorang terduga pelaku menggunakan kayu balok memukul korban.
“Korban mengalami memar  di pipi sebelah kanan, luka kaki kiri dan siku tangan kiri,” tegas Iptu Azel.

Baca juga:  Usai Serempet Vespa, Mobil Minibus Masuk Jurang

Setelah itu, gerombolan terduga pelaku langsung kabur. Namun berselang beberapa menit kemudian, gerombolan pengendara motor tersebut datang kembali dengan membawa balok kayu yang lebih besar. Mereka kembali menyerang korban.

Warga yang melihat kejadian itu langsung membubarkan  gerombolan pengendara motor tersebut. Sementara korban tidak mengetahui penyebab gerombolan pengendara motor tersebut mengeroyoknya. Korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke  SPKT Polda Bali untuk proses lebih lanjut.

Baca juga:  Pemotor Terjun dari Jembatan Tukad Bangkung

“Selain melakukan penyelidikan, Polsek Denpasar Selatan kedepannya akan dilakukan patroli bersama desa adat setempat untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN