Agus Gede Hendrayana Hermawan. (BP/dik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sensus Ekonomi 2026 di Bali telah berakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat sekitar 1,397 juta responden berhasil didata dalam Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Dari sebaran tersebut, konsentrasi pengusaha paling banyak berada di 2 wilayah  yakni Denpasar dan Badung.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan BPS masih melakukan perbaikan dan penyisiran terhadap responden seperti perusahaan maupun rumah tangga yang belum terdata melalui satuan tugas (satgas). Data masih harus melalui sejumlah tahapan. Mulai pengolahan, validasi, penjaminan kualitas, hingga analisis.

“Secara resmi pendataan sensus ekonomi di lapangan memang sudah berakhir kemarin, tapi kami masih melakukan sejumlah perbaikan, ada task force (satuan tugas) namanya,” kata Agus Gede di Denpasar, Jumat (2/9).

Baca juga:  PPKM Mikro Diperketat, APPBI Sebut Dipastikan Berdampak ke Sektor Usaha

Ia menjelaskan satgas tersebut akan menyasar perusahaan maupun rumah tangga responden yang belum terdaftar. Proses penyelesaian pendataan akan dilakukan oleh pegawai organik BPS.

Selain itu, BPS Bali juga akan melaksanakan Post Enumeration Survey (PES) sebagai bagian dari tahapan metodologi sensus untuk menguji cakupan dan kualitas hasil pendataan.

“Yang kedua nanti juga akan ada kegiatan namanya PES. Ini tidak hanya dilakukan oleh BPS Indonesia, di BPS semua negara melakukan ini karena secara metodologi itu memang harus dilakukan,” ujarnya.

Menurut Agus Gede, PES dilakukan pascasensus untuk memastikan kebenaran data sekaligus mengevaluasi kemungkinan kesalahan, baik dari sisi cakupan maupun kualitas data yang telah dikumpulkan.

“Jadi yang kemarin itu secara cakupan atau secara kualitas ada kesalahan atau tidak, untuk melihat itu, pascasensus dilakukanlah PES, akan ada data lagi untuk memastikan hal tersebut. Kita tidak tahu karena sensus berdasarkan pengakuan responden apakah semua sudah tercakup, pengakuan sesuai dengan pertanyaan,” katanya.

Baca juga:  Fasum Alun-alun Negara Jorok, Bungkus "Tisu Magic" Berserakan

Lebih lanjut disebutkan dalam pendataan lapangan tahap akhir tersebut, BPS Bali mengerahkan 3.774 petugas yang tersebar di seluruh wilayah Bali. Meski sebagian besar telah menyelesaikan tugas, petugas lapangan masih dapat direkrut kembali apabila dibutuhkan untuk pelaksanaan PES.

Hasil pendataan mencatat jumlah responden sekitar 1,397 juta, atau hampir 1,4 juta responden. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan awal BPS yang mencapai sekitar 1,7 juta.

Agus Gede menegaskan perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar karena angka awal merupakan estimasi berdasarkan sumber data yang tersedia sebelum pelaksanaan sensus.

Baca juga:  Gempabumi Guncang Buleleng

“Kalau di data awal kan namanya perkiraan ya, jauh lebih besar data perkiraannya daripada yang kemarin sudah berhasil kami data, dapat 1,397 juta atau hampir 1,4 juta, kalau perkiraannya itu sekitar 1,7 juta,” ungkapnya.

Selisih antara data perkiraan dan hasil pendataan lapangan antara lain disebabkan adanya usaha yang sudah tutup, tidak lagi beroperasi, hingga duplikasi data dalam sumber data awal.

Dari sisi sebaran absolut, Kabupaten Buleleng mencatat jumlah responden terbanyak, disusul Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Agus Gede mengatakan tingginya jumlah responden di Buleleng salah satunya berkaitan dengan jumlah penduduk yang besar. Sementara itu, konsentrasi pelaku usaha di Bali banyak berada di Denpasar dan Badung.

“Untuk usaha banyak ada di Denpasar dan Badung,” ucapnya. (Suardika/balipost)

 

BAGIKAN