Aktivitas salah seorang warga di Pasar Kereneng, Denpasar. Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar berencana merevitalisasi bangunan pasar ini karena telah berusia puluhan tahun. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pasar Kreneng yang berdiri sejak 1983 sudah memerlukan perbaikan yang kondisi sudah kumuh dengan bangunan tua. Perbaikan pun direncanakan oleh Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar dengan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Kamis (1/9) mengatakan, kondisi Pasar Kreneng saat ini sudah terlihat kumuh karena usia bangunan yang telah lebih dari 40 tahun. Dari sisi pemeliharaan, biaya yang harus dikeluarkan juga semakin besar. Selain itu, sirkulasi serta pengaturan ruang di dalam pasar dinilai sudah tidak lagi optimal mengikuti kebutuhan aktivitas perdagangan saat ini.

Untuk rencana perbaikan, Suadi Putra mengaku pihaknya telah mengikuti pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang difasilitasi Gubernur Bali. Dalam pertemuan tersebut, Perumda Pasar Sewakadarma diarahkan mengajukan proposal revitalisasi Pasar Kreneng agar dapat memperoleh dukungan pembiayaan melalui APBN. “Secara konsep DED itu sebenarnya sudah ada. Budget-nya Rp140 miliar. Nanti akan kami mohonkan supaya bisa dikerjakan dengan APBN melalui Kementerian PU,” katanya.

Baca juga:  BRI Sabet Penghargaan Most Trusted Company 2021

Namun, proses pengajuan tersebut masih cukup panjang. Secara kelembagaan, pengusulan akan dikoordinasikan melalui sektor perdagangan. Suadi Putra menyebut Perumda Pasar Sewakadarma sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar. Kementerian Perdagangan nantinya akan memberikan rekomendasi kepada Kementerian PU sebelum masuk ke tahap perencanaan pembangunan.

“Kalau sudah ter-input di sistem, nanti akan dicek dulu dokumen kami. Jika memang sudah lengkap, baru kita akan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu tahap yang paling krusial, memverifikasi apakah layak pasar ini dibantu atau tidak,” jelasnya.

Baca juga:  Berdiri di Atas Badan Jalan, Satpol PP Bongkar Garasi Warga

Kementerian Perdagangan dan Kementerian PU nantinya akan melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi Pasar Kreneng. Perumda Pasar menargetkan pembangunan mulai dapat dikerjakan pada 2028, mengingat adanya tahapan yang harus dilalui. “Target kami itu di 2028. Karena 2027 kita akan fokus dulu ke DED dan segala macam persyaratannya,” ungkapnya.

Dalam konsep awal revitalisasi, bangunan Pasar Kreneng direncanakan dibongkar total. Bangunan baru nantinya tidak dibuat menjulang tinggi karena Kementerian PU mengarahkan agar pasar tidak lebih dari tiga lantai. Konsep awal yang disiapkan terdiri atas dua lantai di atas permukaan tanah dan satu lantai basement.

Baca juga:  PSSI Akhiri Kontrak dengan STY

Tidak hanya bangunan pasar, desain revitalisasi nantinya juga akan memasukkan penataan lingkungan di sekitar Pasar Kreneng. Beberapa akses jalan di sekitar Pasar Kreneng, termasuk Jalan Rijasa dan kawasan di sisi utara yang berdekatan dengan TPS, akan diperhitungkan dalam penataan kawasan.

Termasuk keberadaan terminal di sekitar Pasar Kreneng yang masih akan dibahas dalam konsep akhir. Menurut Suadi, sampai saat ini, jumlah pedagang di Pasar Kreneng mencapai 1.178 termasuk pedagang siang, sore, dan malam. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN