
SINGARAJA, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng masih menunggu hasil asesmen terhadap bangunan SMP Negeri 3 Sawan yang terbakar. Kajian dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) diperlukan untuk menentukan langkah penanganan dan perbaikan bangunan sekolah tersebut.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata yang dikonfirmasi, Senin (28/9), mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran. Dari hasil peninjauan, kebakaran berdampak pada ruang bimbingan konseling (BK), toilet siswa, serta sebagian gudang.
“Untuk perbaikan kita masih menunggu dulu. Memastikan dulu apakah kondisi bangunan itu bisa diperbaiki atau direhab atau dibongkar. Karena menunggu hasil asesmen dari BPBD dan nantinya dari Dinas PU untuk kelayakan bangunannya,” ujarnya.
Menurut Surya Bharata, setelah hasil asesmen diterima, penanganan kerusakan akan diprogramkan melalui Disdikpora Buleleng. Namun, untuk sementara aktivitas di area yang terdampak masih dibatasi karena lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi.
Untuk menjaga proses pembelajaran tetap berjalan, Disdikpora mengarahkan SMPN 3 Sawan melaksanakan pembelajaran secara daring selama dua hari, 28-29 September. Kebijakan tersebut dilakukan sembari menunggu proses penanganan dan pengambilan data oleh aparat di lokasi.
Ia mengatakan, pembelajaran secara luring akan kembali dilaksanakan setelah kondisi sekolah memungkinkan. Selain lokasi kebakaran sudah dapat digunakan, jaringan internet, listrik, dan air juga harus kembali normal.
“Setelah nantinya kepala sekolah bisa mengoordinasikan kembali, kemudian jaringan seperti internet, listrik, dan air bisa digunakan secara normal, maka anak-anak bisa dilaksanakan pembelajaran secara luring kembali,” jelasnya.
Dari sisi pengaturan ruang belajar, sekolah juga telah menyiapkan ruang pengganti bagi siswa yang terdampak. Satu ruang kelas yang terdampak, yakni kelas VIII H, sementara direlokasi ke ruang TIK.
Sementara itu, toilet siswa yang terdampak kebakaran untuk sementara digantikan dengan toilet yang biasa digunakan guru. Dengan demikian, kebutuhan pembelajaran dan fasilitas dasar siswa tetap dapat dipenuhi selama penanganan pascakebakaran berlangsung.
Selain bangunan sekolah, Disdikpora juga menyoroti keberadaan tempat pembuangan sampah di sekitar lokasi. Pihak sekolah telah diarahkan untuk tidak kembali menggunakan tempat sampah tersebut. Surya Bharata mengatakan, lokasi tersebut dinilai perlu dihindari siswa karena berada di dekat area yang juga memiliki kondisi cukup rawan, termasuk terdapat jurang di dekat sekolah.
“Kami sudah arahkan kepala sekolah agar tidak menggunakan tempat sampah tersebut kembali. Paling tidak nanti anak-anak tidak ke sana kembali,” katanya.
Kebakaran SMPN 3 Sawan terjadi pada Jumat (25/9) lalu. Api membakar ruang BK, toilet siswa, dan sebagian gudang. Sejumlah fasilitas dan perlengkapan sekolah turut terdampak dalam kejadian tersebut.
Penanganan pascakebakaran kini masih berjalan. Selain menunggu hasil asesmen untuk menentukan kondisi bangunan, aparat juga masih melakukan proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran. (Yudha/balipost)










