
GIANYAR, BALIPOST.com – Kebakaran melanda sebuah bangunan tempat pemilahan sampah yang juga berfungsi sebagai tempat pembuatan pakan dan kandang babi di Banjar Salak, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Senin (28/9) siang. Insiden tersebut mengakibatkan tujuh ekor babi mati terpanggang dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., M.H., membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menimpa bangunan milik warga bernama I Made Duduk (59) tersebut.
”Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Api diduga kuat berasal dari tungku kayu bakar pembuatan pakan babi yang ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan menyala,” ujarnya.
AKP Ketut Wiwin menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 09.30 WITA ketika korban memasak pakan babi menggunakan kayu bakar di tungku. Setelah menyalakan api, korban meninggalkan lokasi dalam keadaan seluruh pintu gerbang dan pintu belakang terkunci.
Sekitar pukul 10.30 WITA, seorang saksi bernama I Wayan Jingga yang melintas di lokasi melihat kepulan asap tebal keluar dari sela-sela bangunan dan cerobong asap, disertai suara letupan. Saksi sempat berupaya masuk untuk menyelamatkan babi-babi di dalam kandang, namun gagal karena seluruh akses pintu terkunci rapat.
”Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Saksi lainnya, Sang Ketut Sudarta, langsung menghubungi pemilik tempat, Bhabinkamtibmas Desa Keliki, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar,” kata AKP Ketut Wiwin.
Dua unit armada Damkar Pemda Gianyar tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.15 WITA. Bersama warga setempat dan personel kepolisian yang dipimpin Pawas Kanit Intel IPDA I Gusti Kadek Sanjaya, S.H., petugas berjibaku memadamkan si jago merah. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 12.15 WITA.
”Dari hasil olah TKP, api dari tungku diduga menyambar tumpukan kayu bakar di sekitar dan atas tungku, lalu merambat ke atap bangunan yang terbuat dari bahan alderon. Bangunan yang terbakar berfokus pada area depan sudut selatan dari total bangunan berukuran 16×20 meter,” jelas Kapolsek.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sebanyak tujuh ekor babi milik korban mati terpanggang karena tidak sempat diselamatkan. ”Pihak korban telah menerima peristiwa ini sebagai murni musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun di kemudian hari,” pungkas AKP Ketut Wiwin Wirahadi. (Wirnaya/balipost)










