Siswa ngayah bersih-bersih di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Panitia Karya Tawur Agung Manca Wali Krama Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, menerapkan strategi kolaboratif untuk menjaga kebersihan lingkungan pura selama karya berlangsung. Kebersihan areal suci hingga kantong parkir dijaga dengan melibatkan siswa sekolah, pemuda, hingga organisasi lokal setempat.

Koordinator Baga Kebersihan Panitia Karya, Komang Gede Artawan mengatakan bahwa sistem pembersihan dibagi menjadi tiga shift untuk memastikan tidak ada sampah yang berceceran atau menumpuk di area pura. “Pembersihan kami bagi dari pagi, siang, hingga malam. Kami melibatkan berbagai elemen masyarakat di Desa Songan agar lingkungan pura tetap bersih,” ujar Artawan, Selasa (22/9).

Baca juga:  Penyedia Beras Kembalikan Uang Korupsi PDDS Rp1,49 M

Untuk melakukan pembersihan pada pagi hari, panitia bekerja sama dengan SMP Negeri 4 Kintamani. Sekolah yang berlokasi di Desa Songan itu rutin menerjunkan dua kelas siswa setiap harinya sejak pukul 07.00 WITA. Para siswa dibagi ke beberapa titik lokasi pembersihan yakni di wilayah segara/danau serta areal pura dan tempat parkir. “Kadang-kadang dari SD ada juga ikut ngayah,” ujarnya.

Sementara itu, pembersihan pada siang hari dilakukan oleh tim Baga Kebersihan bersama jajaran panitia lainnya. Sedangkan penanganan kebersihan malam hari diserahkan kepada para pemuda banjar dan berbagai organisasi kemasyarakatan di Desa Songan, yang bergantian datang untuk ngayah.

Baca juga:  Bongkar Tiang Dalam Bak Penampungan Air, Tiga Pekerja Tewas

Guna memfasilitasi pamedek dalam menjaga kebersihan, Artawan mengatakan, panitia menyiagakan ratusan tempat sampah yang ditempatkan di berbagai lokasi strategis. Adapun volume sampah yang terkumpul mencapai rata-rata satu dump truck per hari.

Artawan mengatakan, seluruh sampah yang terkumpul langsung diangkut hari itu juga ke TPA menggunakan armada dump truck bantuan swadaya warga. Pengangkutan secara rutin dilakukan setiap hari karena panitia berkomitmen tidak membiarkan ada penumpukan sampah yang membusuk atau mengganggu pemandangan di sekitar pura. “Pengangkutan setiap hari kami lakukan karena kami tidak mau ada sampah yang numpuk sampai berhari-hari,” ujarnya.

Baca juga:  Satu-satunya di Bali, SMPN 1 Sukasada Jadi Kandidat Sekolah Rujukan Google

Panitia sangat berharap agar para pamedek yang datang nangkil selama karya berlangsung dapat bersama-sama menjaga kebersihan dan kesucian lingkungan pura. Untuk meminimalisir volume sampah plastik, panitia juga mengimbau para pemedek agar tidak membawa kantong plastik saat bersembahyang. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN