Kondisi antrean di Kabupaten Tabanan masih mengular hingga Rabu (14/10).(BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang turut dirasakan masyarakat Kabupaten Tabanan mulai berdampak pada sektor pendidikan. Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, Pemerintah Kabupaten Tabanan mengizinkan sekolah menerapkan pembelajaran daring mulai Kamis (15/10) hingga kondisi kembali normal.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, mengatakan kebijakan tersebut diambil atas izin Bupati Tabanan sebagai langkah antisipasi terhadap kesulitan mobilitas tenaga pendidik akibat kelangkaan BBM.

Baca juga:  Kepsek Diingatkan Transparan Dalam Pengelolaan Sekolah

“Di tengah kondisi kelangkaan BBM ini, kami tetap berupaya memastikan kegiatan pembelajaran berjalan dan hak-hak murid untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi. Karena itu, kepala sekolah dipersilakan menerapkan pembelajaran daring sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran daring diserahkan kepada masing-masing kepala sekolah melalui mekanisme manajemen berbasis sekolah. Dengan kewenangan tersebut, sekolah dapat mempertimbangkan kondisi tenaga pendidik, akses transportasi, serta kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dari rumah.

Baca juga:  Distribusikan Elpiji 3 Kg, Diusulkan Libatkan BUMDes Supaya Tepat Sasaran

“Kami memberikan ruang kepada sekolah untuk mengambil langkah yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika mobilitas guru mengalami kendala akibat sulitnya mendapatkan BBM, pembelajaran daring dapat menjadi alternatif agar proses belajar mengajar tidak terhenti,” katanya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat sementara dan dapat diterapkan mulai Kamis (15/10) sampai situasi kembali normal. Sekolah tetap diharapkan memperhatikan efektivitas pembelajaran dan memastikan murid dapat mengikuti kegiatan belajar sesuai kemampuan serta fasilitas yang tersedia.

Baca juga:  Komplotan Copet Spesialis WNA Ditembak

Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan selanjutnya juga akan menerbitkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut. Adanya kebijakan ini, Pemkab Tabanan berharap dampak kelangkaan BBM terhadap kegiatan pendidikan dapat diminimalkan, sekaligus menjaga agar proses pembelajaran tetap berlangsung. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN