
NEGARA, BALIPOST.com – Dampak kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk beberapa pekan terakhir kian meresahkan warga sekitar. Tingginya volume kendaraan akibat proyek peningkatan kapasitas dermaga memicu maraknya aksi jalan pintas dengan melintasi gang-gang permukiman, memunculkan dugaan pungutan liar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Bahkan berdampak langsung warung warga rusak tertabrak bus. Guna meredam potensi gesekan antarwarga dan menjaga situasi kamtibmas, Kelurahan Gilimanuk menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Kelurahan Gilimanuk.
Pertemuan pada Rabu (16/9) siang tersebut melibatkan Camat Melaya, kepolisian, TNI, Brimob, hingga pihak PT ASDP Indonesia Ferry. Dalam rapat tersebut, sejumlah perwakilan warga meluapkan keluhan terkait lalu-lalang kendaraan luar di jalan lingkungan.
Sanusi, salah satu Ketua RT setempat, menuturkan warga merasa terganggu oleh debu, polusi, serta kecepatan kendaraan yang membahayakan keselamatan. Tak hanya itu, kendaraan besar yang nekat masuk gang dilaporkan kerap memutus kabel jaringan internet dan merusak tanaman pekarangan.
Menanggapi gejolak tersebut, Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP I Komang Renta, menegaskan larangan keras bagi kendaraan besar seperti bus maupun truk untuk melintasi gang permukiman warga.
“Demi keamanan bersama, kami pertegas bahwa yang diperbolehkan melintasi gang hanyalah kendaraan kecil (KK), itu pun hanya saat antrean di jalur utama padat krodit. Kendaraan besar tetap wajib menggunakan jalur utama,” tegas AKP Komang Renta.
Pihak kepolisian bersama Satuan Brimob juga mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kemacetan untuk melakukan pungutan sepihak maupun jasa pengawalan liar (centeng).
“Terkait adanya isu pungutan atau donasi di gang, kami tegaskan tidak ada regulasi yang membenarkan hal tersebut. Jangan sampai ada oknum warga yang terjerat masalah hukum karena memanfaatkan situasi kemacetan,” imbuh AKP Komang Renta.
Senada dengan hal itu, Wadanyon C Pelopor Sat Brimobda Gilimanuk AKP I Nyoman Kite meminta ketertiban lalu lintas dijaga ketat agar tidak menyulut emosi antarpengemudi yang telah lama terjebak antrean.
Di sisi lain pihak operator penyeberangan, Port Operation Superintendent ASDP Gilimanuk Hendra Fiannes menyampaikan apresiasi atas sinergi pengamanan jalur. Pihaknya menyatakan terus berupaya mendatangkan kapal perbantuan guna mempercepat penguraian kantong-kantong antrean kendaraan menuju Jawa.
Selain persoalan rekayasa lalu lintas antrean pelabuhan, rapat yang dipimpin Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma bersama Camat Melaya I Putu Eko Darma Wirawan tersebut turut menyoroti tata kelola sampah lingkungan. Warga diimbau lebih disiplin memilah sampah dari rumah tangga menyusul kian terbatasnya daya tampung TPA Peh Kaliakah. (Surya Dharma/balipost)










