Ilustrasi. (BP/Dokumen)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Seorang perempuan berkewarganegaraan Malaysia berinisial SNBR (39) meninggal dunia saat mengikuti aktivitas diving di Perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (16/9). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.10 WITA.

Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa ketika dikonformasi Kamis (17/9) mengakui adanya kejadian tersebut. Menurut Iptu Dewa Alit, korban sebelumnya mengikuti penyelaman bersama rombongan dari Dive Concepts Lembongan.

“Rombongan tersebut melakukan diving di dua lokasi, yakni Manta Bay dan Crystal Bay,” ujarnya.

Sekitar pukul 08.00 WITA, korban bersama guide dan rombongan tiba di Manta Bay. Salah seorang guide berinisial EFR, alamat Jakarta Utara sempat melihat korban batuk-batuk dan menanyakan kondisi kesehatannya sebelum penyelaman.

Baca juga:  Dari Belasan Bus Suporter Bola Masuk Bali hingga Presiden Jokowi Kunker ke Bali

Korban menyatakan masih mampu mengikuti kegiatan sehingga penyelaman tetap dilakukan dan berlangsung lancar.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Crystal Bay. Sekitar pukul 11.00 Wita, guide kembali menanyakan kesiapan korban untuk menyelam atau menunggu di atas boat. Korban menyatakan tetap ikut menyelam.

Nah, saat penyelaman berlangsung, rombongan sempat menghadapi arus cukup kencang. Tak lama kemudian muncul arus kedua yang lebih kuat hingga menyebabkan tiga orang anggota rombongan terbawa arus.

“Saat itu, informasinya guide meminta korban tetap berada di tempat, sementara dirinya mencari tiga orang tersebut,” ungkapnya.

Setelah arus mereda, guide bersama tiga orang lainnya kembali mencari korban. Korban kemudian terlihat menyelam bersama rombongan lain yang dipandu guide berbeda.

Salah seorang guide, WS,  alamat Manado melihat korban memberikan isyarat kehabisan oksigen dan tampak panik hingga melepaskan alat pernapasannya. Melihat hal itu, WS kemudian memberikan alat pernapasan miliknya dan memastikan alat terpasang pada korban sebelum mengajaknya naik ke permukaan.

Baca juga:  Berawal Lihat Curhat di Medsos, Guru di Jembrana Berdonasi untuk Warga Terdampak Pandemi

Sesampainya di boat, kapten boat, Richard Pontoh dan Wando melihat korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulut, meski masih memberikan respons. Melihat hal itu kapten boat, Richard kemudian segera membawa korban menuju Dive Concepts Lembongan untuk selanjutnya dibawa ke Klinik Nusa Medika.

Namun, saat dijemput pihak Klinik Nusa Medika, korban sudah tidak merespons. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan dari Crystal Bay menuju Dive Concepts Lembongan.

“Berdasarkan keterangan tim Nusa Medika, korban diduga kuat meninggal dunia akibat henti napas. Namun, penyebab kematian secara pasti masih belum dapat ditentukan,” ujar Iptu Dewa Nyoman Alit.

Baca juga:  Pulau Dewata Bikin Jatuh Cinta Jurnalis asal Jepang

Jenazah korban diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WITA menggunakan boat dari Dive Concepts Lembongan melalui Pelabuhan Syahbandar Desa Jungutbatu menuju Pelabuhan Sanur. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara.

“Kasus tersebut masih ditangani Unit Reskrim Polsek Nusa Penida. Pihak keluarga juga berencana melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, wisatawan asal Inggris berinisial AFT tewas tenggelam saat berenang di Pantai Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (13/9/2026) sore. Korban sempat dievakuasi ke klinik untuk mendapat pertolongan medis, namun dinyatakan meninggal dunia. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN