
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Palinggih meru tumpang 7 (pitu) di Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, terbakar, Kamis (3/9) siang. Warga terpaksa merobohkan palinggih yang atapnya berbahan ijuk tersebut untuk mencegah api merembet ke bangunan suci lainnya karena kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 12.20 WITA. Kejadiannya bermula dari salah seorang warga bernama I Wayan Miwa yang hendak pulang ke rumah mengambil sesuatu.
Namun dalam perjalanan pulang, ia tiba-tiba mendengar ada seseorang yang berteriak mengatakan ada kepulan asap dari arah Pura Puseh. “Setelah mendengar itu, saksi (Miwa) kemudian berlari menuju Pura Puseh. Setibanya di lokasi, saksi melihat api sudah membakar bangunan meru tumpang 7. Saksi kemudian memanggil warga sekitar untuk bersama-sama melakukan upaya pemadaman,” ujar Iptu Dewa Nyoman Alit.
Namun, upaya pemadaman terkendala aliran air PDAM yang sedang mengalami gangguan. Warga kesulitan mendapatkan air untuk menjinakkan kobaran api yang membakar pelinggih beratap ijuk tersebut.
“Karena aliran air PDAM sedang mengalami gangguan atau mati, warga mengalami kesulitan melakukan pemadaman. Untuk mencegah api merembet dan membakar bangunan lainnya, warga berinisiatif menjatuhkan bangunan yang telah terbakar,” jelasnya.
Warga kemudian bergotong royong mendorong palinggih meru tumpang 7 menggunakan bambu hingga akhirnya roboh. Langkah tersebut dilakukan karena di sekitar palinggih yang terbakar terdapat bangunan suci lainnya yang juga menggunakan atap berbahan ijuk.
Setelah palinggih berhasil dijatuhkan, pelapor I Made Granyam Santika kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polsek Nusa Penida untuk melaporkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan pelapor dan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi.
Api kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi angin yang cukup kencang dan bertiup ke arah utara membuat api dengan cepat menjalar hingga mengenai meru tumpang 7.
“Diduga penyebab kebakaran berasal dari kegiatan pembakaran sampah yang kemudian api merembet dan membakar lahan di sekitarnya. Karena kondisi angin cukup kencang dan mengarah ke utara, api dengan cepat menjalar dan beterbangan hingga membakar palinggih meru tumpang 7,” ungkap Iptu Dewa Nyoman Alit.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang melakukan pembakaran sampah hingga diduga memicu kebakaran. Pada Kamis sore, api dilaporkan telah padam sepenuhnya.
“Anggota Polsek Nusa Penida telah melakukan pengecekan dan penanganan awal di lokasi. Mereka juga masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut,” katanya. (Yuliantara/denpost)










