Petugas mendatangi bangunan semipermanen tempat pengolahan pakan ternak di Tempekan Sangaji yang terbakar, Senin (14/9) malam. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sebuah bangunan semipermanen tempat pengolahan pakan ternak di Tempekan Sangaji, Banjar Taro Kelod, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, terbakar pada Senin (14/9) malam. ​Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WITA.

Bangunan berukuran 4×6 meter tersebut adalah milik I Komang Alit Arnata (43), warga Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Tegallalang. Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., M.H., yang dikonfirmasi, Selasa (15/9), membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut.

Baca juga:  Seminggu Pascacuti Bersama Lebaran, Arus Balik Masih Terjadi

Menurutnya, peristiwa bermula saat korban mendapat informasi dari tamu yang menginap di vila miliknya bahwa aliran listrik di area lokasi padam. ​”Saat pemilik mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi listrik, ia melihat api sudah membesar dan membakar bangunan tempat pengolahan pakan ternak miliknya,” ujar AKP Wiwin Wirahadi.

​Melihat kobaran api, korban langsung menghubungi warga dan ketua pecalang setempat untuk meminta bantuan. Warga sekitar bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. ​Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA, sebelum unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gianyar tiba di lokasi kejadian pada pukul 21.30 WITA untuk melakukan penanganan.

Baca juga:  Balai Piyasan di Padangtegal Terbakar

​Penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa bara api di tungku kayu bakar yang sebelumnya digunakan untuk memasak pakan ternak. Api diduga menyambar tumpukan kayu bakar di sekitar tungku hingga membakar sebagian atap bangunan.

​”Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta. Pihak korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk menuntut pihak manapun,” pungkas AKP Wiwin Wirahadi. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Kasus LPD Langgahan Dilimpahkan ke Kejari
BAGIKAN