Peinjauan venue ke masing - masing cabor. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BSLIPOST.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng mematangkan kesiapan menjadi tuan rumah tunggal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII Tahun 2027. Salah satu fokus persiapan adalah menyiapkan venue pertandingan yang akan digunakan untuk menggelar berbagai cabang olahraga.

Kesiapan tersebut dibahas dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) persiapan awal Porprov Bali XVII 2027 bersama Tim Delegasi (TD) KONI Bali di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Selasa (15/9).

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan sebanyak 54 venue telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Porprov Bali 2027. Sebagian besar venue tersebut merupakan fasilitas yang sudah tersedia, meski beberapa di antaranya masih memerlukan perbaikan agar memenuhi standar pertandingan tingkat provinsi.

“Kita sudah sangat siap menjadi tuan rumah Porprov. Dalam hal venue sebagian besar sudah siap, ada 54 venue yang akan digunakan,” ujarnya.

Supriatna menjelaskan, venue pertandingan nantinya tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng. Untuk kawasan perkotaan Singaraja, beberapa fasilitas yang diproyeksikan menjadi lokasi pertandingan di antaranya GOR Bhuwana Patra dan fasilitas olahraga Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Fasilitas olahraga Undiksha dinilai menjadi salah satu pendukung penting dalam penyelenggaraan Porprov Bali 2027 karena memiliki sejumlah sarana yang dapat digunakan untuk pertandingan, baik indoor maupun outdoor.

Baca juga:  Libur Panjang Akhir Pekan, Kunjungan ke Bali Meningkat

“Untuk venue tersebar di beberapa wilayah, di kota kita ada GOR Bhuwana Patra, dan GOR Undiksha, baik outdoor maupun indoor. Untuk venue kami sangat didukung oleh Undiksha,” kata Supriatna.

Selain memanfaatkan fasilitas olahraga yang berada di kawasan perkotaan, KONI Buleleng juga mempersiapkan sejumlah fasilitas milik instansi serta venue yang berada di wilayah kecamatan. Dengan sebaran tersebut, pelaksanaan pertandingan nantinya tidak hanya terpusat di wilayah Kota Singaraja.

“Lokasi venue yang terjauh ada di Kecamatan Gerokgak dan Kubuambahan,” ucapnya.

Dalam proses pematangan persiapan, KONI Buleleng juga terus berkoordinasi dengan KONI Bali terkait kebutuhan teknis masing-masing cabang olahraga. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah cabang olahraga selancar ombak yang belum dapat dilaksanakan di wilayah Buleleng karena kondisi alam.

“Kita meminta persetujuan dari KONI Bali. Karena pertandingan selancar ombak tidak bisa dilaksanakan di Buleleng. Karena kita tidak punya ombak,” ujar Supriatna.

Menurutnya, berbagai kebutuhan penyelenggaraan akan dipersiapkan secara bertahap dengan tetap berkoordinasi bersama KONI Bali dan pengurus cabang olahraga. Hal tersebut dilakukan agar setiap venue maupun fasilitas pendukung dapat disiapkan sesuai kebutuhan pertandingan.

Baca juga:  Dua Anak Perempuan Keracunan Kerupuk Ikan Buntal, 1 Nyawanya Tak Tertolong

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagrasunu, mengatakan kunjungan Tim Delegasi (TD) KONI Bali ke Buleleng merupakan bagian dari tahapan awal persiapan Porprov Bali XVII 2027.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, TD KONI Bali ingin melihat secara langsung kesiapan venue serta fasilitas pendukung yang nantinya digunakan dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Tim Delegasi (TD) nanti akan melakukan monitoring dan evaluasi, sekaligus rapat koordinasi berupa persiapan Porprov ke XVII tahun 2027. Saya harapkan kita banyak belajar dari sebelumnya. Ada yang kurang kita perbaiki, yang baik kita tingkatkan,” ujarnya.

Jagrasunu menyebut evaluasi terhadap venue menjadi bagian penting dalam persiapan Porprov. Setiap lokasi pertandingan diharapkan representatif dan layak digunakan untuk kejuaraan tingkat regional, termasuk dari sisi sarana pendukung dan infrastruktur.

“Jadi yang kita harapkan untuk memastikan kurang lebihnya tempat itu representatif dan layak untuk regional untuk kejuaraan. Mungkin diperhatikan sarana pendukung maupun infrastruktur, walaupun kita yakini pasti ada keterbatasan,” katanya.

Selain melakukan evaluasi venue, Tim Delegasi KONI Bali juga akan berkoordinasi dengan pengurus cabang olahraga di Buleleng. Koordinasi tersebut diharapkan dapat memetakan kebutuhan teknis setiap cabang olahraga sejak jauh hari sebelum pelaksanaan Porprov.

Baca juga:  Polresta ''All Out'' Amankan Kongres PDI Perjuangan

Jagrasunu menambahkan, sebagian besar anggota Tim Delegasi KONI Bali merupakan personel yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam penyelenggaraan berbagai cabang olahraga. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara KONI Bali, KONI Buleleng, dan pengurus cabang olahraga.

Buleleng sendiri memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan Porprov Bali. Kabupaten Buleleng tercatat telah tiga kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Porprov Bali.

“Kita tidak pernah absen melaksanakan Porprov Bali. Ini prestasi, di Buleleng telah menjadi tuan rumah yang ketiga kali,” ucap Jagrasunu.

Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Buleleng dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah tunggal Porprov Bali XVII 2027. Persiapan venue, fasilitas pendukung, serta koordinasi teknis diharapkan dapat terus dimatangkan sehingga penyelenggaraan berjalan baik dan mampu mendukung peningkatan prestasi olahraga di Bali.

Jagrasunu juga menegaskan agar Porprov tetap menjadi ajang olahraga yang mengedepankan profesionalitas, pembinaan, dan prestasi atlet, tanpa dicampuri kepentingan di luar olahraga.

“Saya berharap penyelenggaraan Porprov terbebas dari segala kepentingan apapun. Ini sebuah multievent. Tidak ada kepentingan lain,” tegasnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN