Prosesi palebon I Gusti Ayu Badri di Denpasar, Minggu (13/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Upacara palebon ngewangun I Gusti Ayu Badri yang merupakan istri dari mantan Gubernur Bali, Prof. Ida Bagus Mantra sekaligus ibunda mantan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, digelar pada Minggu (13/9), di Setra Adat Tanjung Bungkak. Palebon menggunakan sarana bade padma dan lembu putih.

Iring-iringan jenazah dari Griya Sebasari di kawasan Jalan Cok Agung Tresna menuju Jalan Merdeka dilengkapi pula gamelan, gender, dan Tekok Jago. Penggunaan sarana bade padma hingga lembu putih ini serupa dengan prosesi yang pernah dilaksanakan sebelumnya saat palebon Prof. Ida Bagus Mantra.

Baca juga:  Simbol Kesucian, "Pembasmian" Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Gunakan Lembu Putih

Dalam iring-iringan prosesi palebon ini, terlihat petugas dari provider dan PLN di sepanjang Jalan Merdeka melakukan langkah antisipasi kabel yang menghalangi jalur yang dilalui bade padma dan lembu ini. “Palebon ibu, I Gusti Ayu Badri menggunakan bade padma. Bade ini sama seperti yang digunakan pada pelebon almarhum ajik (Prof. Ida Bagus Mantra) dahulu,” kata Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebelum prosesi palebon berlangsung.

Rai Mantra menjelaskan, prosesi pamuput palebon ini dilakukan oleh banjar ngarep, yakni Banjar Kedaton yang dibantu oleh banjar penyatusan yakni Banjar Abian Kapas Tengah. Sementara, yang muput karya palebon yakni sulinggih dari Karangasem dan sulinggih dari Griya Kedaton.

Baca juga:  Satpol PP Sidak Tiga Vila, Satu Belum Kantongi Izin

Tingkatan upacara palebon yakni munggah tumpang salu ngewangun. “Ini tingkatan karyanya ngewangun. Kita samakan dengan ajik terdahulu. Mudah-mudahan mereka bisa damai di sana,” harapnya sembari mengatakan setelah upacara palebon dilanjutkan dengan prosesi upacara nganyut di Pantai Sanur.

Sementara, pangenter karya, Ida Bagus Pidada yang akrab disapa Gus Candri menyatakan, sebelumnya telah melakukan prosesi upacara ngajum di Griya Sebasari pada Sabtu (12/9). Dalam prosesi ini juga dilaksanakan pamerasan dan panebusan. “Setelah prosesi ini, besok pagi sekitar pukul 06.00 WITA dilakukan ngutang pering dan dilanjutkan dengan melaspas pamereman sekitar pukul 08.00 WITA. Upacara ini menggunakan sarana kebo,” ucapnya.

Baca juga:  Sebulan Resahkan Warga, Kera Liar Ditangkap

Mendiang I Gusti Ayu Badri memiliki lima orang anak yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan Ida Bagus Rai Dhramawijaya Mantra. Selain itu, mendiang juga meninggalkan 14 orang cucu serta beberapa orang cicit. (Gung Eka/denpost)

 

BAGIKAN