Proyek pembangunan rumah jabatan Bupati Bangli.(BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Proyek pembangunan Rumah Jabatan Bupati Bangli yang mengusung konsep arsitektur tradisional sikut satak saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Sesuai target kontrak, proyek ini diharapkan rampung pada akhir tahun dan dapat segera difungsikan pada awal tahun depan.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan bahwa dirinya bersama tim pembangunan daerah kabupaten Bangli telah meninjau langsung progres pengerjaan proyek tersebut sekitar dua pekan lalu. Ia menegaskan agar proyek ini bisa selesai sesuai kontrak. “Sesuai kontrak memang harus selesai akhir tahun. Harapan kita, dan sudah saya tekankan, agar rumah jabatan ini bisa ditempati pada Januari nanti,” ujar Sedana Arta ditemui usai rapat paripurna di DPRD Bangli, Senin (7/9).

Baca juga:  Ditimpa Pohon, Rumah Warga Rusak Berat

Ia pun tidak mempermasalahkan apabila saat mulai ditempati nanti, masih ada beberapa detail pengerjaan finishing yang belum tuntas secara keseluruhan. “Kalau kontraknya kan sampai selesai. Tapi selesainya itu apakah sampai ukir-ukirannya atau lainnya. Kalau pun detail itu belum selesai sepenuhnya, tidak masalah. Kita bisa laksanakan upacara plaspas alit terlebih dahulu dan manfaatkan dulu,” pungkasnya.

Sebagaimana yang diketahui Pemkab Bangli saat ini tengah membangun ulang rumah jabatan Bupati Bangli dengan konsep arsitektur tradisional Sikut Satak. Proyek bernilai Rp30,29 miliar tersebut dikerjakan oleh PT Mardika Griya Prasta dengan pengawasan CV Jaya Desain. Proyek dengan kontrak pada Mei 2026 itu dikerjakan selama 210 hari.

Baca juga:  Dihantam Gelombang Tinggi, Rumah Warga Nyaris Tergerus

Desain rumah jabatan Bupati Bangli itu dirancang mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli, lengkap dengan fasilitas seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu dan lainya. Pembangunan rumah jabatan sikut satak ini disebut sebagai wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam menghargai dan melestarikan budaya Bali. Inisiatif pembangunan rumah jabatan dengan konsep sikut satak bukan hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi lokal. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Diduga Bakar Rumah, ODGJ Dilarikan ke RSUJ Bangli

 

BAGIKAN