
AMLAPURA, BALIPOST.com – Sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Karangasem, pada Minggu (30/8), diterjang angin kencang. Kejadian tersebut mematik peristiwa pohon tumbang, menimpa rumah dan pelinggih warga.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta mengungkapkan, kejadian pohon tumbang tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Sanggah dan atap rumah milik Made Suma, dilaporkan tertimpa pohon aren yang tumbang.
“Dua pelinggih roboh, satu candi mengalami kerusakan, serta bagian atap rumah warga ikut terdampak. Sebanyak 1 KK atau 4 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa, hanya kerugian material diperkirakan mencapai Rp 25 juta. Proses penanganan pohon tumbang telah berhasil diselesaikan,” ujarnya.
Selain itu, pohon tumbang juga menimpa sebuah gudang milik I Nyoman Arkiwa di Banjar Dinas Perangsari Kelod, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Bangunan berukuran sekitar 2 x 6 meter tersebut digunakan untuk menyimpan kayu bakar dan kandang ayam.
“Pohon aren tumbang diduga akibat akar yang lapuk dan diperparah angin kencang, sehingga menyebabkan bangunan mengalami kerusakan. Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 5 juta rupiah,” katanya.
Belum berhenti sampai disana, kata Aditya Sugiharta pohon tumbang juga melanda Banjar Dinas Tanah Ampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Pohon jenis enau yang tumbang menimpa bangunan dapur milik I Nyoman Saba (75). “Atap dapur dan tempat tidur mengalami kerusakan,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, selain menimpa rumah dan pelinggih, pohon tumbang juga menimpa jalan provinsi di Banjar Tengah, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Kejadian tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas karena badan jalan tertutup batang pohon sepanjang kurang lebih 15 meter dengan diameter sekitar 50 sentimeter.
Petugas segera melakukan penanganan di lokasi dengan mengevakuasi batang pohon agar akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan. (Eka Parananda/balipost)










