Sejumlah wisatawan berjalan sambil menikmati suasana di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perkembangan pariwisata Bali sepanjang 2026 dinilai masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3.923.824 kunjungan, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) tercatat 5.905.118 kunjungan.

Jika kedua kelompok wisatawan tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai sekitar 9,83 juta hingga Juli 2026. Angka tersebut relatif berimbang dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan perkembangan kunjungan wisatawan sejak April menunjukkan kecenderungan meningkat, meskipun secara kumulatif belum mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan 2025.

“Pariwisata kita dari bulan April kemarin sudah ada terus meningkat. Kalau kita bandingkan dengan data tahun 2025 relatif stabil. Tidak ada fluktuasi yang begitu banyak,” ujar Sumarajaya, Jumat (28/8).

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pariwisata Bali, kunjungan wisman Januari-Juli 2026 mencapai 3.923.824. Sementara pada periode yang sama 2025 tercatat sekitar 3,98 juta kunjungan. Dengan demikian, kunjungan wisman 2026 secara kumulatif masih sedikit di bawah tahun sebelumnya, sekitar 1,4 persen.

Kondisi berbeda terlihat dari wisatawan nusantara. Data menunjukkan kunjungan wisnus Januari-Juli 2026 mencapai 5.905.118, sedangkan periode yang sama 2025 sekitar 5,83 juta. Artinya, terjadi pertumbuhan sekitar 1,3 persen.

Baca juga:  Pengeroyok Polisi Ditangkap, Ini Pengakuan Pelaku

Jika wisman dan wisnus digabungkan, jumlah kunjungan Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 9,83 juta, atau hanya sekitar 0,2 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2025. Kondisi ini membuktikan secara keseluruhan pergerakan wisatawan ke Bali masih relatif stabil.

“Kalau per bulannya naik, secara keseluruhan sampai dengan Agustus ini relatif masih stabil dengan tahun yang lalu,” katanya.

Dari pasar wisman, Australia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Bali. Data Januari-Juli 2026 mencatat wisatawan asal Australia mencapai 982.403 kunjungan.

Disusul Tiongkok sebanyak 346.384, India 318.948, Inggris 170.814, Korea Selatan 164.846, Amerika Serikat 163.132, Prancis 141.237, Rusia 129.672, Malaysia 115.708, dan Jepang 110.429.

Dominasi Australia tersebut juga sejalan dengan data BPS Bali. Pada Juli 2025, Australia menjadi pasar wisman terbesar dengan kontribusi 23,10 persen dari total kunjungan pada bulan tersebut.

Untuk menjaga sekaligus meningkatkan arus kunjungan wisatawan, Dispar Bali terus mendorong pengembangan spot tourism, yakni penguatan destinasi dan kegiatan wisata di berbagai wilayah Bali sehingga wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan wisata utama.

Sumarajaya menyebut sejumlah lokasi maupun kegiatan baru terus dikembangkan, antara lain Jatiluwih, kawasan Batur, Bukit Bentik, hingga Nusa Dua.

Baca juga:  Usung Tema Perniagaan Maritim, Festival Sriwijaya 2017 Siap Digelar

“Spot tourism kan dari kemarin banyak. Jatiluwih juga ada, itu baru tahun ini dilaksanakan. Kemudian di Batur, di samping BTR-nya ada juga Bukit Mentik. Kemarin juga di Nusa Dua ada,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan spot tourism perlu diikuti dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event yang mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Karena itu, pihaknya mendorong pelaku usaha dan pihak terkait untuk semakin banyak menyelenggarakan event di berbagai destinasi.

“Mudah-mudahan kita dorong terus pelaku usaha ataupun siapa pun yang terkait dengan spot tourism untuk melaksanakan event-event yang lebih banyak lagi untuk mendatangkan wisatawan,” ujarnya.

Selain memperkuat destinasi dan event, pemerintah juga berupaya menyampaikan informasi kepada masyarakat internasional bahwa Bali tetap menjadi daerah tujuan wisata yang aman dan nyaman.

Upaya tersebut dinilai penting di tengah berbagai tantangan eksternal yang dapat memengaruhi keputusan wisatawan untuk bepergian, termasuk kondisi ekonomi global dan harga tiket penerbangan.

Sumarajaya mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai pendekatan promosi dan pemberitaan untuk menjaga kepercayaan wisatawan terhadap Bali.

“Kita juga memberikan informasi kepada dunia luar bahwa di Bali aman dan nyaman untuk didatangi,” katanya.

Di sisi lain, Sumarajaya juga mengungkapkan perkembangan pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA). Hingga 27 Agustus 2026, realisasi PWA disebut telah mencapai sekitar Rp255 miliar.

Baca juga:  WFB Disebut Pemicu Lonjakan, Pelaku Pariwisata Bali Minta Data COVID-19 Dibuka

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Dispar Bali pun optimistis terus menggenjot kepatuhan wisatawan asing agar target penerimaan dapat tercapai.

“Namanya target kita pasti akan upayakan dengan berbagai pendekatan, yaitu sosialisasi,” ujarnya.

Sosialisasi dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan. Sumarajaya menyebut sejumlah maskapai telah ikut membantu menyampaikan informasi mengenai kewajiban pembayaran PWA kepada wisatawan asing yang akan datang ke Bali.

“Yang pasti Singapore Airlines sudah, kemudian Starlines sudah,” katanya.

Ia berharap semakin banyak maskapai dan pelaku industri pariwisata ikut membantu menyosialisasikan PWA sehingga wisatawan asing mengetahui kewajibannya sebelum maupun saat tiba di Bali.

Dengan capaian wisman 3,92 juta hingga Juli, target kunjungan wisman Bali sebesar 7 juta pada 2026 masih menjadi sasaran yang terus diupayakan pemerintah daerah.

Sumarajaya mengatakan pihaknya akan terus melakukan berbagai strategi, mulai dari penguatan destinasi, penyelenggaraan event, promosi, hingga memastikan informasi mengenai keamanan dan kenyamanan Bali tersampaikan kepada pasar internasional.

“Kalau target, kita tetap berusaha. Kita lakukan berbagai pendekatan,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN