Kondisi jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk Senin (7/9) dinihari mulai menyusut setelah sempat tersendat dampak protes para sopir kendaraan logistik, Minggu sore. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Arus lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk kembali beroperasi normal pada Minggu (6/9) petang hingga Senin (7/9) pagi. Sebelumnya, urat nadi transportasi di Selat Bali ini sempat mengalami kelumpuhan operasional selama lebih dari satu jam akibat adanya aksi penyampaian aspirasi dari asosiasi sopir logistik.

Penundaan pelayaran yang berlangsung sejak pukul 16.15 hingga 17.34 WITA tersebut dipicu oleh keresahan para sopir terkait penumpukan kendaraan dan pola operasional kapal yang dinilai lambat selama dua pekan terakhir.

Situasi di lapangan baru berhasil dikondusifkan setelah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama kepolisian, regulator, dan perwakilan asosiasi sopir menggelar mediasi cepat yang menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga kelancaran layanan.

Setelah sempat macet hingga di Tugu pertigaan Cekik, arus kendaraan pada Senin (7/9) pagi di Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai lancar. Pengaturan intens dilakukan pihak terkait pada Minggu malam hingga Senin pagi. Sehingga antrean kendaraan yang sempat mengular kembali lancar.

Baca juga:  PPKM Mikro Terbaru Atur Zona Merah Harus WFH 75 Persen, Tak Izinkan Pekerja Mobilisasi ke Daerah Lain

Personel Lantas Gilimanuk terus berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan secara situasional.

Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Kukuh Imanuel, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan arus lalu lintas dan melakukan pengaturan pada titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. Saat ini arus kendaraan masih dapat bergerak dengan baik dan situasi secara umum aman serta kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib, mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” ujar AKP Kukuh Imanuel.

Baca juga:  Banding JPU Diterima, Hukuman Terdakwa LPD Serangan Dinaikkan

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas antrean panjang yang mengganggu kepastian waktu perjalanan armada logistik maupun masyarakat umum. Pihaknya menegaskan bahwa keluhan ini menjadi perhatian serius manajemen.

Fokus utama ASDP saat ini adalah mengurai kepadatan secepat mungkin dengan memaksimalkan seluruh kapasitas yang ada, termasuk mendatangkan armada kapal berukuran besar dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Sebagai langkah konkret percepatan penguraian antrean, ASDP saat ini telah mengerahkan KMP Jatra I menuju Tanjung Wangi. Kapal berkapasitas muat ekstra besar ini dijadwalkan bersandar pada Selasa (8/9) untuk langsung dioperasikan memperkuat layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Selain itu, armada KMP Portlink 0 juga turut diterjunkan, namun dikhususkan untuk melayani rute Tanjung Wangi–Lembar (Pelabuhan Gili Mas). Strategi pengalihan rute ini diambil untuk memecah konsentrasi kendaraan agar beban volume logistik tidak seluruhnya bertumpu pada satu titik.

Baca juga:  Wisdom Masuk Bali Lewat Gillimanuk Meningkat

General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto, menambahkan bahwa rekayasa operasional di area pelabuhan saat ini dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan kondisi lapangan. Sembari menunggu armada tambahan tiba, pola operasi kapal yang bersiaga dimaksimalkan hingga menyentuh batas 8 trip per hari melalui koordinasi ketat dengan regulator.

Tim ASDP di lapangan terus memantau pergerakan kendaraan agar proses pemuatan berjalan efisien dan tertib. Pihaknya juga mengimbau seluruh pengguna jasa, khususnya pengemudi angkutan barang, untuk tetap kooperatif mematuhi arahan petugas pelabuhan agar kelancaran arus penyeberangan dapat segera pulih sepenuhnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN